Angka Kematian Usia Produktif Naik 5 Kali Lipat, La Nyalla: Disiplin Prokes Mutlak

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 15:06 WIB
etua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (suaramerdeka.com/dok)
etua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meningkatnya kasus kematian pasien usia produktif, membuat kaum muda harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terlebih, menurut data Kementerian Kesehatan, terjadi peningkatan kematian akibat Covid untuk pasien usia 31-45 tahun selama Juli 2021.

“Angkanya melonjak, di mana pada bulan Juli terjadi kasus kematian di usia 31-45 tahun naik lima kali lipat sebanyak 5.159 orang. Padahal, bulan sebelumnya hanya ada 964 kasus," kata Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Jumat (13/8).

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan 12,7 persen dari total kasus kematian yang terjadi pada Juli. Peningkatan juga terjadi di kelompok usia 46-59 tahun, dengan total 13.694 orang atau 36,7 persen kematian.

Baca Juga: Latihan Jelang Liga 1 2021/22, Imran Nahumarury Beberkan Persiapan

"Sedangkan kematian akibat Covid di Indonesia yang tertinggi, berasal dari populasi berusia di atas 60 tahun. Karenanya, menjaga diri sendiri akan sangat berguna bagi keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Dikatakan, kaum muda memang punya sistem imun yang lebih prima. Tapi, harus diingat banyak kejadian anak muda justru menjadi pembawa virus bagi orang tua.

"Maka, disiplin prokes mutlak dilakukan, jangan pernah sembrono. Saya berharap, generasi muda lebih bijaksana dalam menghadapi pandemi," tandasnya.

Apalagi, kata dia, anak muda biasanya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan saat terpapar Covid-19. Tapi yang sangat bahaya adalah ketika mereka menularkan virus kepada orang tua, apalagi yang memiliki komorbid.

"Maka dari itu, saya mengajak anak-anak muda untuk meningkatkan kepedulian kepada keluarganya. Ingat selalu untuk menerapkan 3M. Pastikan sudah dalam keadaan bersih ketika berinteraksi dengan orang tua maupun kelompok berisiko tinggi," tukasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X