Red Notice Interpol, Polri: Negara Lain Bisa Langsung Tangkap Harun Masiku

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 12:53 WIB
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Amur Chandra Juli Buana. / Foto Humas Polri
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Amur Chandra Juli Buana. / Foto Humas Polri

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Markas pusat Interpol di Lyon, Prancis menerbitkan red notice untuk mencari keberadaan Harun Masiku.

Sehingga negara-negara anggota Interpol dipastikan dapat langsung menangkap buron kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024, Harun Masiku jika terdeteksi melintas.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Amur Chandra Juli Buana menjelaskan Red notice merupakan mekanisme notifikasi permintaan dari satu negara anggota interpol ke anggota lainnya –terdiri atas 194 negara– untuk ikut mencari dan menangkap buronan kasus pidana.

Baca Juga: WHO: Belum Ada Vaksin untuk Virus Marburg, Remdesivir dan Favipiravir Baru Akan Diuji Klinis

“Langsung diamankan oleh negara yang mendeteksi dan diinfokan ke kita (Indonesia),” kata, belum lama ini.

Nantinya, otoritas keamanan negara itu akan berwenang untuk menahan sementara Harun Masiku untuk kemudian diserahkan ke Indonesia.

Amur menambahkan, sejauh ini belum ada negara anggota Interpol yang mendeteksi keberadaan buronan kasus korupsi tersebut.

Menurutnya, seluruh negara di dunia ini berkemungkinan untuk menjadi tempat tujuan bagi buronan tersebut untuk menetap dan lari dari kejaran hukum Indonesia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB
X