Ngabalin Bantah Terserang Stroke

- Kamis, 14 Februari 2019 | 22:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal
Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Politisi Ali Mochtar Ngabalin sempat diserang sejumlah kabar miring terkait kondisi kesehatan diri dan dugaan korupsi, beberapa hari lalu. Tetapi semua itu terbantahkan dengan kehadiran Ali dalam acara Dialog Politik bertema Politisi Muda Harapan Baru Masa Depan? yang diselenggarakan oleh Rumah Aspirasi Rakyat #01 di bilangan Jakarta Pusat, kemarin.

Pria yang biasa disapa Ali ini mengajak dan mendorong para generasi muda untuk tampil dan menjadi politisi yang baik.

"Kalian politisi muda harus duduk di parlemen, saya sudah cukup di DPR 1 kali saat usia 35, hari ini usia saya 50, saya mau jadi Profesor saja supaya tidak ada Professor palsu, orang yang ngaku ngaku Professor" tegas Ali, disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, Ali menyinggung kabar miring terkait kesehatan dirinya serta pengalamannya menerima suap yang langsung disetorkannya ke Bank Mandiri di dekat Gedung DPR RI. Katanya dalam hitungan jam, dana miliaran tersebut langsung disetorkan ke kas negara karena dia yakin bahwa dana tersebut merupakan hak rakyat yang harus dikembalikan kepada negara.

"Walau diberitakan masuk Rumah Sakit, Alhamdulillah, saya sehat wal afiat hari ini karena saya tidak pernah nafkahi keluarga saya dari uang syubhat apalagi haram. Saya berhari-hari ada di samping Bapak Presiden Joko Widodo, ada yang bergerak, baru berniat saja ana (saya) sudah bisa melakukan perlawanan," kata Ali.

Ia juga menyinggung tentang polemik kitab suci sebagai fiksi atau fakta, menurut Ali, semua orang beragama di Republik ini, sehingga ia tegaskan bahwa Kitab Suci itu adalah Kumpulan kata-kata Tuhan yang suci, bukan sesuatu yang fiksi.

Selain itu, politisi Golkar ini juga menyampaikan tiga hal terkait peradaban politik yang baik. Pertama, Politisi harus percaya bahwa Tuhan itu ada, dan itulah yang menjadikan kita menjadi orang yang baik.

Kedua kata Ali, memiliki knowledge atau intelektual yang tinggi, dan yang ketiga mereka yang memiliki kemampuan culture yang bagus, dengan memahami dan menghargai budaya sopan santun khas orang Indonesia.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

X