Gadaikan Gawai untuk Beli Makanan Kucing

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 00:00 WIB
SM/Aristya Kusuma Verdana - DIANGGAP KELUARGA :Wiwin bersama kucing liar yang dianggap ”keluarga sendiri” di Taman Srigunting,Kota Lama, Semarang, kemarin. (39) SM
SM/Aristya Kusuma Verdana - DIANGGAP KELUARGA :Wiwin bersama kucing liar yang dianggap ”keluarga sendiri” di Taman Srigunting,Kota Lama, Semarang, kemarin. (39) SM

Suatu sore di Kota Lama Semarang, Rabu (11/8), seorang wanita paruh baya terlihat tertidur di kursi Taman Srigunting. Dia menyandarkan tubuhnya memanjang mengikuti panjang kursi.

EARPHONE terlihat di telinganya dan separuh wajahnya tertutup masker. Taman Srigunting sore itu tampak lenggang. Hanya ada beberapa pengunjung yang datang.

Namun sejumlah petugas meminta pengunung untuk meninggalkan taman. Pengumuman jika kawasan Kota Lama sedang tertutup juga diputar berulang dari pengeras suara. Wanita itu bernama Wiwin atau kerap disapa Win Meong. Dia tidak seorang diri di kursi taman, bersamanya ada sekitar sembilan ekor kucing berada di dekatnya.

Bahkan ada yang tidur bersandar pada tubuh Wiwin. Tidak jauh dari kursi, ada dua wadah berbahan plastik. Satunya berisi makanan kucing, satunya air. Wiwin adalah seorang tunawisma yang sehari-hari tinggal dan tidur di Kota Lama Semarang, tepatnya di Taman Srigunting.

Di sana dia dikenal sebagai ibu kucing. Belasan kucing liar yang berada di Little Netherland dirawatnya seperti anak sendiri. "Sudah dari 2015 saya di sini merawat kucing,'' kata Wiwin. Jika dikumpulkan, kata dia, mungkin ada 500 ekor kucing lebih yang sudah dirawatnya.

Wiwin merawat kucing liar tersebut dari uang yang dia kumpulkan sendiri. ''Kadang ada pengunjung Kota Lama yang suka dengan kucing membelikan makanan untuk kucing karena melihat saya merawat. Tetapi, selama pandemi pengunjung Kota Lama sepi,'' kesahnya.

Selepas senja, Wiwin bekeliling area Kota Lama dengan membawa makanan kucing. Dia memberi makan kucing yang dilihatnya, yang berada di berbagai area Kota Lama. ''Kucing liar ini sama-sama ciptaan Tuhan. Kenapa tidak kita menyayanginya,'' ungkapnya.

Wiwin merasa tidak kesepian. Kucingkucing itu dianggapnya keluarga sendiri. Menemani di berbagai keadaan dengan tulus. Dia pun totalitas dalam merawat ''keluarganya''. Suatu kali, ketika makanan kucing menipis, dia menggadaikan gawai miliknya untuk membeli makanan kucing. ''Saya dari umur 14 tahun malang melintang, mencari nafkah sendiri.''

Jaga Parkir

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X