PPKM Turunkan 56,9 Persen Kasus Covid-19, Ini di Balik Alasan Dikeluarkannya Indikator Kematian

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:47 WIB
Juru Bicara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi/Foto Setkab
Juru Bicara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi/Foto Setkab


JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi, mengemukakan pelaksanaan PPKM Darurat pada 3 –20 Juli 2021 dan PPKM Level 1-2, yang berlaku sejak 21 Juli 2021 hingga saat ini, berdampak pada penurunan kasus konfirmasi harian Covid 19. Sejak 15 Juli 2021 hingga kini, terjadi penurunan sebesar 59,6%.

“Angka reproduksi saat ini 1,2-1,5, pemerintah akan terus berupaya agar angka reproduksi ini bisa mencapai angka < 1, sehingga wabah terkendali. Caranya dengan coverage vaksinasi tinggi + 3M dan 3T,” jelas Jodi pada webinar “Dari PPKM Darurat Ke Level 4: Terbukti Akurat”, yang diselenggarakan Divisi Humas Polri secara daring, Kamis (12/8) siang.

Jodi bersama Jubir Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dan Sosiolog Imam Prasodjo yang tampil dalam webinar tersebut berterima kasih atas peran TNI dan Polri yang terlibat langsung dan berhasil meyakinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, vaksinasi, hingga menurunkan angka kasus Covid-19.

Baca Juga: Megawati Heran Tak Banyak yang Kisahkan Perjuangan dan Sikap Bung Hatta

Sementara Karopenmas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menurunkan Covid-19.

"Kita bersyukur kesadaran masyarakat cukup baik dalam melaksanakan protokol kesehatan, sehingga program PPKM Darurat secara akurat berhasil menurunkan kasus Covid-19," ucap Rusdi.

Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mihardi menegaskan bahwa pemerintah melakukan penanganan Covid-19 secara holistik dari hulu hingga ke hilir serta dilakukan secara terintegrasi antar instansi melalui pelibatan TNI dan Polri serta relawan dan mahasiswa sebagai bentuk kerjasama yang erat serta gotong royong seluruh elemen masyarakat mengingat Pandemi Covid-19 tidak dapat ditangani sendiri oleh Pemerintah.

“Pemerintah memastikan ketersediaan tempat tidur baik di rumah sakit maupun tempat isolasi Terpusat di berbagai daerah termasuk kebutuhan Dokter dan Nakes, obat-obatan, oksigen, alat medis dan alat kesehatan serta konsumsi pasien,” terang Jodi.

Mengenai angka kematian, Jodi mengemukakan bahwa awal bulan Juli 2021, angka kematian yang terkonfirmasi Covid-19 terus mengalami peningkatan bahkan pernah mencapai angka 2000 lebih.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X