Jubir Menko Marves Menyebutkan Adanya Akumulasi Angka Kematian: bukan Dihapus

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:33 WIB
meninggal  (Tim SMcom4)
meninggal (Tim SMcom4)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru bicara (jubir) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi menyebutkan adanya akumulasi angka kematian.

Sehingga, kata Jodi Mahardi, angka kematian ini tidak dipakai sementara waktu.

Pengertian akumulasi angka kematian, menurut Jodi Mahardi, adalah terjadi penumpukan laporan angka kematian atau dicicil pelaporannya.

Hal itu menurut Jodi, berakibat pelaporan terlambat.

“Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” kata Jodi, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, Kamis, 12 Agustus 2021.

Karena terjadi distorsi atau bias pada analisis, lanjut Jodi, hal ini menjadikan sulit menilai perkembangan situasi satu daerah.

Sehingga data yang bisa berakibat penilaian yang kurang akurat terhadap level PPKM di suatu daerah.

Selain itu data yang kurang update tersebut juga terjadi karena banyak kasus aktif yang tidak terupdate >21 hari.

Untuk mengatasi hal ini, kata Jodi, pemerintah terus mengambil langkah-langkah perbaikan untuk memastikan data yang akurat. (Julkifli Sinuhaji, pikiran-rakyat.com)

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X