Afirmasi untuk Majukan Pendidikan di Papua dan Papua Barat Terus Dilakukan

- Kamis, 3 Januari 2019 | 07:57 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai bentuk keberpihakan pemerintah untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), pada tahun 2018 afirmasi untuk memajukan pendidikan di Papua dan Papua Barat juga terus dilakukan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) pemerintah mengucurkan dana sebesar 38,9 miliar rupiah untuk penyediaan 14 sekolah baru dan ruang-ruang belajar di wilayah Papua dan Papua Barat. Selain itu, tiga tahun terakhir ini pemerintah telah melaksanakan program gizi anak sekolah (progas) di 63 kabupaten yang diharapkan menjadi percontohan praktik baik.

"Sekarang yang harus didorong, bagaimana pemerintah dan masyarakat Papua bangkit untuk memperbaiki dunia pendidikannya. Kemendikbud 'kan hanya bisa membantu sebagian saja, maka itu perlu kita lakukan bersama-sama. Saya kira Sorong dan Jayapura bisa menjadi contoh," tutur Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad dalam taklimat media akhir tahun di Jakarta.

Melalui program Satu Desa Satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pada tahun 2018, sebanyak 80.476 PAUD telah tercatat di Dapodik. Sedangkan total DAK untuk PAUD sebesar 4,07 triliun rupiah telah disalurkan kepada 6,7 juta anak (Rp600 ribu/anak). Dan sebanyak 87 pemerintah daerah telah menyatakan komitmen kesiapannya untuk menyelenggarakan pendidikan pra sekolah satu tahun.

Dalam dua tahun pelaksanaan revitalisasi sekolah sebanyak 2.700 kerja sama dengan industri telah berhasil dijalankan. Pemerintah juga telah berhasil menyelenggarakan 560 techno park di berbagai SMK. Penguatan terhadap SMK dengan program keahlian sesuai prioritas nasional juga terus dilakukan.

Sebanyak 239 SMK Kemaritiman, 279 SMK Pertanian, dan 136 SMK Pariwisata telah mendapatkan dukungan program Revitalisasi SMK. Sebanyak 6.077 guru SMK telah mendapatkan peningkatan kompetensi melalui sertifikasi guru dengan keahlian ganda agar menjadi guru produktif.

“Presiden menghendaki keterpaduan, koordinasi, dan kerja sama antar kementerian dan lembaga,” ungkap Mendikbud, Muhadjir Effendy mengenai strategi Revitalisasi SMK di tahun 2019.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X