Kebijakan Masuk Mal Wajib Vaksinasi Sudah Mengakomodir Berbagai Masukan

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:52 WIB
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengunjung pusat perbelanjaan sepreti mal diwajibkan sudah vaksinasi dengan menunjukkan sertifikat vaksin.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan prioritas keselamatan masyarakat.

Meskipun, kata Wiku, program vaksinasi masih terus berjalan hingga tercapainya hingga target sasaran terpenuhi seluruhnya.

Menurutnya, kebijakan ini telah mengakomodir berbagai masukan dari banyak pihak termasuk pakar di bidangnya tanpa menutup mata dari kondisi yang ada di lapangan.

Baca Juga: dr Lois Owien Ditunjuk jadi Sekjen Partai Pandai, Farhat: Dia Pejuang Wanita Terzalimi

"Masih belum meratanya cakupan vaksinasi di beberapa daerah adalah bentuk input pemerintah untuk menetapkan prioritas daerah," Wiku, Selasa, 10 Agustus 2021.

Prof Wiku menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam waktu dekat, demi mencapai target vaksinasi di Bulan September mendatang, akselerasi vaksinasi akan difokuskan pada daerah dengan penambahan kasus konfirmasi yang tinggi.

Khususnya, kepada 7 daerah aglomerasi di Jawa - Bali, 45 kabupaten/kota dengan angka penambahan kasus konfirmasi tinggi di wilayah non Jawa - Bali, dan 5 kabupaten/kota di wilayah Papua (alasan PON) dan sekitarnya.

Baca Juga: Kualitas Bantuan Beras Kurang Memuaskan, Mensos Pastikan Langsung Diganti yang Baru

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Satgas Covid-19

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Guncang Aceh, BMKG: Ada Dua Gempa Susulan

Minggu, 25 September 2022 | 18:50 WIB
X