Kualitas Bantuan Beras Kurang Memuaskan, Mensos Pastikan Langsung Diganti yang Baru

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:29 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharani. (Foto: Dokumentasi Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharani. (Foto: Dokumentasi Kemensos)

SURABAYA, suaramerdeka.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bantuan sosial beras (BSB) yang kualitasnya kurang baik langsung bisa diganti dengan yang baru.

Risma mengaku mendapat laporan terkait kasus dimana kualitas beras dirasakan kurang memuaskan oleh masyarakat.

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Memang ada beberapa kasus dimana kualitas beras kurang baik. Tapi itu volumenya kecil, dibandingkan dengan total beras yang kualitasnya baik. Kalau pun ada yang rusak misalnya, langsung diganti dengan yang baru," kata Mensos Risma di Surabaya belum lama ini.

Risma terus melakukan monitoring dalam pelaksanaan BSB untuk masyarakat terdampak pembatasan kegiatan.

Baca Juga: Demak Turun ke PPKM Level 2, Dinkes: Tetap Waspada dan Selalu Terapkan Prokes

Mensos juga mencermati dinamika dalam penyaluran BSB di sejumlah daerah.

Mensos menyatakan, penyaluran BSB melibatkan sejumlah instansi sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan.

"Untuk BSB 10 kg, Kemensos berperan menyerahkan data penerima bantuan kepada Kementerian Keuangan. Sementara beras dan penyalurannya oleh Perum Bulog," katanya.

Untuk BSB 5 kg, distribusi menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas sosial.

Baca Juga: Aman Hidup Bersama Pasien Isoman, Ini Imbauan WHO

"Pemerintah daerah melalui dinas sosial diberikan kewenangan untuk mendistribusikan beras. Dinas sosial juga berwenang memastikan kualitas beras jenis medium dalam kondisi baik pada saat diterima masyarakat," kata Mensos.

Dinas sosial juga berwenang untuk langsung meminta ganti kepada penyedia, bila kualitas beras kurang memuaskan.

"Dinsos bisa langsung meminta ganti bila beras kurang bagus," kata Mensos.

Terkait hal tersebut, Mensos menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, atas kerja sama dan sikap responsif pemerintah daerah.

Baca Juga: Syarat Perjalanan Transportasi Udara selama PPKM Level, Tak Berlaku Bagi Penerbangan Ini

Bersinergi dengan pilar-pilar sosial seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), mereka bergerak cepat mengganti beras yang rusak.

Pemerintah mendistribusikan BSB selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

BSB 10 kg disaluran kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, 10 juta KPM Bantuan Sosial Tunai (BST), dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.

Adapun untuk BSB 5 kg disalurkan untuk 5,9 juta pekerja informal di Jawa-Bali yang terdampak PPKM dengan data usulan pemerintah daerah.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemensos

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X