Kementan Fokus Tingkatkan Produksi Daging Lokal

RPK
- Minggu, 16 Desember 2018 | 11:49 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Guna menekan impor komoditas daging dan mencapai swasembada, Kementerian Pertanian (Kementan) memprioritaskan produksi daging sapi, kerbau dan kambing.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita mengatakan, setidaknya ada enam parameter keberhasilan yang telah dicapai Kementan dalam meningkatkan produksi daging.

Enam parameter itu adalah peningkatan populasi ternak sapi dan unggas, peningkatan PDB sub sektor peternakan, peningkatan investasi, peningkatan NTP dan NTUP, peningkatan jumlah tenaga kerja di subsektor peternakan dan terakhir perkembangan ekspor komoditas peternakan.

"Semua parameter keberhasilan ini dikerjakan dalam waktu empat tahun di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau, merupakan kinerja yang paling menonjol," kata Ketut kemarin.

Pada 2015 populasi sapi dan kerbau tercatat 17.285 ribu ekor. Kemudian dalam setiap tahunnya, populasi itu terus meningkat. Pada 2018 misalnya, jumlah yang tercatat sebanyak 18.957 ribu ekor atau meningkat 1.672 ribu ekor.

Dengan pencapaian tersebut, swasembada daging sapi maupun kerbau bisa dicapai melalui peningkatan populasi. "Kondisinya yang sudah seimbang atau stabil, meski terjadi pemotongan untuk konsumsi," ujar Ketut.

Cara lain yang digunakan adalah peningkatan produktivitas, yaitu dengan pertambahan bobot badan menjadi lebih besar. Dua faktor ini sangat menentukan produksi daging dalam waktu setahun. Dengan begitu jumlah populasi tidak menurun.

"Berikutnya adalah melalui upaya khusus (Upsus). Jadi antara sapi betina wajib bunting (Siwab). Hasilnya, dari target Inseminasi Buatan (IB) 7 juta dapat direalisasikan 7.586.932. Kemudian, dari target kebuntingan 5.100 ribu ekor, realisasinya mencapai 3.660.885. Dari yang bunting ini, didapat kelahiran sebanyak 2.385.357 ekor," tutur Ketut.

Ketut menjelaskan, untuk mengurangi risiko kerugian usaha ternak, pemerintah sejak 2016, menyediakan asuransi usaha ternak sapi (AUTP) yang mendorong peternak mengembangkan usahanya.

Halaman:

Editor: Linda

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X