Pasien Banyak, Tiga Shelter UGM Jadi RS Darurat

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 22:22 WIB
Pasien positif Covid-19 (suaramerdeka.com /Antaranews.com.)
Pasien positif Covid-19 (suaramerdeka.com /Antaranews.com.)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Kebutuhan RS darurat tak bisa dihindari karena kasus Covid-19 masih tinggi. Karena itu, tiga shelter penanganan Covid-19 yang dikelola UGM.

Yaitu selter University Club, Wisma Kagama dan Asrama Darmaputera Karanggayam, kini menjadi rumah sakit darurat dengan nama RS Khusus Covid Gadjah Mada.

Keputusan tersebut secara resmi ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 219/KEP/2021 tentang Penetapan Rumah Sakit Lapangan/Darurat Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: HUT Ke-76 RI, Warga Filipina Antusias Ikuti Lomba Mendongeng dan Menyanyi Lagu Indonesia

''Penetapan Rumah Sakit Khusus Covid Gadjah Mada berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 29 Juli 2021,merupakan salah satu upaya Pemerintah DIY dalam penanggulangan pandemi Covid-19,'' tutur Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr Ade Febrina L MSc SpA(K).

Ia menjelaskan Keputusan Gubernur menyebutkan, penetapan rumah sakit darurat dilakukan berdasarkan pertimbangan meningkatnya jumlah pasien terinfeksi Covid-19. Akibatnya, rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di DIY tidak mampu menampung pasien positif terinfeksi.

Menurut Ade, RSA UGM sendiri ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu bagi RSKC Gadjah Mada.

Ia menerangkan, RSKC Gadjah Mada berupaya memberikan pelayanan secara gratis bagi pasien yang telah terkonfirmasi Covod-19 dengan gejala ringan hingga sedang atau OTG (Orang Tanpa Gejala) yang membutuhkan isolasi mandiri, namun tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat lain.

Baca Juga: Forestra, Menyaksikan Konser Musik Orkestra di Tengah Hutan

''RSKC Gadjah Mada difasilitas dengan aplikasi self assessment yang digunakan pasien untuk melaporkan kondisi kesehatannya secara mandiri, dan terkoneksi dengan sistem di rumah sakit. Selain itu, dokter dan perawat dijadwalkan untuk melakukan pengecekan secara rutin,'' paparnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X