PII Targetkan 14 Ribu Insinyur Profesional

- Minggu, 18 November 2018 | 16:20 WIB
Foto: Ketua Umum PII Hermanto Dardak / cepamagz.com
Foto: Ketua Umum PII Hermanto Dardak / cepamagz.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menargetkan akan ada 14 ribu insinyur profesional yang dimiliki Indonesia. Selain itu, insinyur juga harus menyesuaikan perkembangan zaman dengan hadirnya teknologi cerdas. 

Ketua Umum PII Hermanto Dardak menyatakan kedua hal tersebut dibutuhkan untuk menyongsong revolusi industri 4.0.

"Kita harapkan menghasilkan 14 ribu insinyur profesional," katanya saat jumpa pers, akhir pekan lalu di Jakarta. 

Dia menambahkan pembangunan sumber daya manusia keinsinyuran dan teknologi cerdas menjadi dua bahasan penting dalam Kongres PII ke XXI di Padang pada 6-7 Desember mendatang. 

Selain kongres, juga akan diselenggarakan Dialog Nasional ‘Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsiyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia. 

Menurutnya, PII sejauh ini mendata ada 900 ribu orang yang mempunyai pendidikan insinyur namun tidak semua berprofesi sebagai insinyur. Dimana terdapat 14 ribu insinyur yang sudah profesional. 

Pemerintah sendiri tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru. Untuk itu, sektor industri dalam negeri ditargetkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan laju perekonomian. Berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan dengan mengalami pertumbuhan di kisaran 5% sehingga di butuhkan akselerasi peran industri nasional yang kuat akan inovasi sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Inilah yang mendasari Persatuan Insinyur Indonesia (PII)  menggelar Kongres ke XXI dan Dialog Nasional dengan mengangkat tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia’ yang akan berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat pada tanggal 6-7 Desember 2018 mendatang.

Kongres ini merupakan salah satu langkah strategis, yang dilakukan dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang. Roadmap ini dapat menjadi pegangan para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang ditahap awal akan fokus pada lima sektor prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia. Sektor prioritas tersebut adalah sektor yang diyakini mempunyai daya ungkit besar dalam hal penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industry lainnya serta kecepatan penetrasi pasar.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

X