PBNU Merespon Pernyataan PSI dengan Kepala Dingin

- Sabtu, 17 November 2018 | 23:45 WIB
foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pengurus Besar Nadhlatul Ulama merespon pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan kepala dingin. Yaitu terkait penolakan PSI terhadap Perda Syariah atau Injil di daerah. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, di Jakarta, Sabtu (17/11).

Menurut Said, konteks keluarnya perda yang berlandaskan agama, baik Perda Syariah atau Injil di daerah, didasarkan atas kondisi atau situasi masing-masing.

"Misalkan, saya kepala daerah tertentu, banyak sekali pelacuran, minum-minum. Kita terpaksa mengeluarkan perda itu," katanya.

Said menambahkan, bahwa perbedaan pendapat dengan PSI tak perlu ditanggapi dengan serius.  "Kalau ada orang berpendapat, apalagi dari partai kecil, kita serius menanggapi bisa jadi besar nantinya. Malah jadi besar. Malah kita jadi membesarkan PSI nanti," kata dia.

Sebelumnya, Grace dalam HUT PSI menyatakan partainya memiliki tiga misi. Salah satunya tidak akan mendukung Perda Syariah atau Injil jika menduduki kursi parlemen.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X