RUU Perampasan Aset, Pakar Hukum : Beri Efek Jera ke Koruptor!

- Jumat, 3 Februari 2023 | 19:18 WIB
ilustrasi foto (freepik)
ilustrasi foto (freepik)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dosen Ilmu Hukum Unika Soegijapranata atau Soegijapranata Catholic University, Benediktus Danang Setianto menilai, rancangan undang-undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana sebagai upaya pemerintah untuk memberikan efek jera kepada koruptor.

"RUU ini bentuk upaya pemerintah untuk memberi efek jera kepada koruptor, sehingga diharapkan ke depannya tidak ada lagi yang berani melakukan korupsi," kata Beni, Jumat 3 Februari 2023.

Menurutnya, meskipun korupsi merupakan tindak pidana luar biasa, tetapi sebenarnya masih terkait dengan urusan ekonomi.

Karena itu, memiskinkan koruptor dianggap sebagai upaya yang efektif untuk menimbulkan efek jera.

Baca Juga: Jadi Payung Hukum, IAI Jateng Desak DPR Segera Mengesahkan RUU Praktik Apoteker

"Upaya ini dilakukan karena Asas Pembuktian Terbalik yang sebenarnya lebih efektif tidak kunjung digunakan juga dalam upaya penindakan koruptor dalam persidangan," jelasnya.

Sisi lain, dengan dirampasnya aset pelaku korupsi (bisa sementara), sejak ditetapkannya sebagai tersangka, akan meminimalkan upaya nakal koruptor.

Pasalnya, mereka bisa saja menggunakan kekuatan ekonominya untuk mempengaruhi jalannya perkara.

Baca Juga: Dialog IDI Urun Rembug RUU Kesehatan Omnibus Law: Jaga Profesionalitas Nakes, Organisasi Profesi

Untuk diketahui, rancangan produk hukum itu masih mengantre di RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali meminta agar RUU Perampasan Aset Tindak Pidana segera disahkan oleh DPR.

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X