Wapres Minta Pesantren Jadi Kekuatan Baru Pengembangan Ekonomi Syari'ah

- Senin, 9 Agustus 2021 | 16:45 WIB
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. SM/Dok. Wapres
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. SM/Dok. Wapres

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin berharap agar pesantren turut serta menjadi wadah pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi syariah.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren yang menyebutkan, pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat.

“Pembangunan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi termasuk perintah Allah. Mengembangkan ekonomi adalah [termasuk] masalah agama yang sesuai dengan perintah syariah,” ungkap Wapres.

Wapres menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Doa/Istighasah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan RI ke-76 yang diselenggarakan oleh Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) secara daring, pada Minggu, 8 Agustus 2021.

Baca Juga: Tablig Akbar Kebangsaan Unwahas Raih Rekor Leprid, Diikuti 25 Negara dari 5 Benua

Wapres mengatakan, Pemerintah Indonesia kini tengah mengembangkan ekonomi syariah. Pengembangan ekonomi pesantren menurut Wapres adalah salah satu potensi pengembangan ekonomi syariah.

Hal ini didukung dengan fakta bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 30 ribu pesantren, yang memiliki kurang lebih 4 juta santri.

“Kita sedang mengembangkan ekonomi syariah. Kita harapkan dengan munculnya HEBITREN, pengembangan ekonomi pesantren akan menjadi kuat,” pesan Wapres.

Kendati demikian, Wapres tidak memungkiri bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi cobaan.

Baca Juga: Tekan Penularan Covid-19, BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran Serahkan Bantuan 38.450 Masker Medis

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Wapres RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X