Ngabalin Bawa Gempa ke Ranah Politik, Gubernur Sulteng Geram 

CNN
- Senin, 8 Oktober 2018 | 10:56 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola (Foto Palu Ekspres)
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola (Foto Palu Ekspres)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola geram karena Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menyeret masalah penanganan bencana gempa Palu dan tsunami di Sulteng ke ranah politik.

Dia juga mempersilakan Presiden Joko Widodo untuk mengambil alih penanganan ke tingkat nasional dan tidak melibatkan dirinya sebagai kader Partai Gerindra, bila ingin menyeret penanganan bencana gempa dan tsunami di Sulteng ke ranah politik.

"Kalau memang saya itu di bawah kader politik, sekarang ini saya minta Pak Jokowi ambil kasus bencana ini secara nasional. Jangan libatkan saya sebagai orang Gerindra," kata Longki dengan nada geram di kantornya kepada wartawan di Palu, Sulteng pada Senin (8/10).

Pernyataan itu disampaikan Longki sebagai respons terhadap Ngabalin yang membalas kritik Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Ngabalin menyoroti Longki yang tak hadir di tengah masyarakat saat warga Palu membutuhkan kehadirannya. Ngabalin menyampaikan kritik tersebut dengan menyoroti Longki dalam kapasitasnya sebagai kader Gerindra.

"Apa Muzani lupa? Yang dibutuhkan itu juga motivasi kalian kepada Gubernurnya yang orang Gerindra itu. Dia itu Ketua Gerindra Sulawesi Tengah. Jangan Pasif dalam situasi seperti itu," kata Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Minggu (7/10).

Longki mempertanyakan pernyataan Ngabalin tersebut. Menurutnya, politikus Partai Golkar tersebut tidak memahami prosedur dan mekanisme penanganan bencana.

Bahkan Longki pun menyebut Ngabalin sebagai sosok yang suka mengibul alias berbohong lewat pernyataannya yang hanya membentuk opini di tengah masyarakat.

"Ngabalin tidak tahu tentang proses dan mekanisme tentang penanganan bencana. Makanya saya bilang dia ngibulin, hanya membentuk opini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X