Air Isi Ulang Diduga Penyebab Hepatitis A di Singkawang

Rep
- Rabu, 12 September 2018 | 12:36 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

PONTIANAK, suaramerdeka.com - Maraknya kasus Hepatitis A di Kota Singkawang diduga dari tercemarnya air minum. Untuk itu, pemerintah Kota Singkawan akan memanggil para pengelola usaha isi ulang air minum untuk menelusuri penyebab merebaknya kasus Hepatitis A. 

"Itu dikarenakan usaha depot air minum isi ulang disinyalir sebagai sumber penyebab Hepatitis A di Singkawang, lantaran tidak memenuhi syarat kesehatan," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Rabu (12/9).

Temuan tim Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat dan Singkawang, terungkap, para pengusaha air minum isi ulang sebagian mengambil air dari sumur dan menjualnya tanpa mengolahnya lebih dulu sesuai standar. 

"Saya tidak tahu benar atau tidak, karena sewaktu rapat penanganan Hepatitis A Senin (10/9) kemarin ada ditunjukkan foto-foto seperti itu," ujarnya.

Pemerintah Kota, lanjutnya, akan meminta klarifikasi dari para pengusaha air minum isi ulang mengenai masalah itu. "Jika memang benar apa yang dilakukan seperti itu, maka akan kita edukasi," ungkapnya.

"Saya pikir masih bisa kita berikan toleransi, jika masih bisa kita bina, maka akan kita bina karena ini merupakan tugas dan pekerjaan kita. Tapi kalau ada yang tidak bisa dibina, baru kita binasakan," katanya.

Ia bersyukur jumlah kasus dugaan Hepatitis A di Singkawang sekarang sudah mulai menurun berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Singkawang. Saat ini, menurut dia, sudah tidak ada lagi pasien yang diduga terinfeksi Hepatitis A yang masuk baru ke rumah sakit.

"Karena jumlahnya sudah semakin berkurang, yang paling penting adalah kita terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan masak air hingga betul-betul mendidih," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang A Kismed mengatakan saat ini sudah tidak ada kasus baru infeksi Hepatitis A di Kota Singkawang.  "Ini berdasarkan pengakuan dari pihak rumah sakit seperti DKT, Vincentius, Abdul Aziz dan Harapan Bersama," kata Kismed.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X