Proses Klaim Asuransi Jamaah Haji yang Wafat Sudah Berjalan

- Selasa, 4 September 2018 | 18:25 WIB
Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

MAKKAH, suaramerdeka.com - Seluruh jemaah haji oleh Kementerian Agama telah didaftarkan asuransi. Premi Rp 49 ribu per jemaah dibayarkan dari dana optimalisasi. Kepada jemaah yang wafat di Tanah Suci mendapat asuransi senilai Rp 18,5 juta, akibat kecelakaan Rp 37 juta, dan wafat di bandara atau pesawat ditambah asuransi pihak maskapai sebesar Rp 125 juta.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Ahda Barori, menegaskan hal itu kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, kemarin. Menurutnya nilai tanggungan berlaku sejak jemaah haji telah berada di embarkasi keberangkatan.

“Ahli waris yang keluarganya wafat saat melaksanakan ibadah haji tahun ini juga tidak perlu repot-repot mengurus klaim asuransi jiwa. Kemenag yang akan mengurus asuransi, biasanya cair dalam lima hari kerja,” tandasnya.

Menurutnya, proses klaim saat ini sudah berjalan tanpa menunggu penyelenggaraan haji selesai. "Sekarang sudah berjalan dan sudah banyak yang ditransfer," jelasnya.

Untuk pengiriman dana, kata Ahda, bisa ke rekening jemaah yang wafat dan rekeningnya masih aktif. Jika tidak, lanjutnya, ke rekening ahli waris telah disepakati pihak keluarga.

“Ini yang kadang menjadi kendala, rekening jemaah bersangkutan telah tidak aktif, sehingga Kantor Kemenag Kabupaten/Kota harus melacak sampai rumahnya,” imbuhnya.

Pada tahun lalu ada sekitar 100-an jemaah yang didapati rekening tidak aktif. “Terpaksa proses agak mundur hingga dua bulan, tapi semua sudah clear,” ungkapnya.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X