Sudah Dipantau, Ini Alasan Fadli Dipilih Menjadi Korban Jual Organ 2 Remaja di Makassar: Sesuai Kriteria

- Kamis, 12 Januari 2023 | 10:58 WIB
Tersangka AD tak sembarangan memilih korban untuk penculikan dan pembunuhan, sampai akhirnya korban adalah Fadli (foto kiri). (Instagram @jejakfaktacom)
Tersangka AD tak sembarangan memilih korban untuk penculikan dan pembunuhan, sampai akhirnya korban adalah Fadli (foto kiri). (Instagram @jejakfaktacom)

MAKASSAR, suaramerdeka.com – Ternyata, tersangka AD (17) pelaku penculikan dan pembunuhan tidak sembarang memilih Fadli, bocah 10 tahun menjadi korban yang ingin dijual organnya.

Sebelumnya, AD yang terlebih dahulu mengajak MF (14) pada Minggu, 8 Januari 2023 telah memantau Fadli yang terbiasa menjadi juru parkir di minimarket Batua Raya usai sekolah atau di hari liburnya.

Dilansir dari @jejakfaktacom, alasan AD menjadikan Fadli sebagai korban karena menurutnya, Fadli sesuai kriteria dengan postur badannya yang cukup tinggi.

Baca Juga: Kok Bisa Ya? TV Tabung Tanpa STB Ternyata Bisa Digunakan untuk Menyaksikan Siaran TV Digital

Seperti yang disampaikan oleh Kapolsek Panakkukang Kompol Azis bahwa motif kedua remaja yang juga masih di bawah umur mengeksekusi bocah 10 tahun ini karena tergiur harga jual organ.

"Penculikan anak di bawah umur disertai pembunuhan berencana dikarenakan terobsesi website mengenai transaksi jual beli organ sel tubuh manusia dengan nilai jutaan dollar," papar Azis.

Yandex merupakan aplikasi pencarian online buatan Rusia.

Baca Juga: Ayooo! Dapatkan STB Gratis Sekarang, Kominfo Lagi Berbagi STB Gratis untuk Masyarakat Tak Mampu

Dari situs tersebut, kedua remaja yang juga masih di bawah umur inilah mengetahu bahwa harga jual organ manusia bernilai sampai jutaan dollar.

Namun, karena tidak tahu cara mengambil organ seperti niat awal membunuh korban, jenazah yang masih utuh pun dibuang di kolom jembatan Waduk Nipa-nipa Moncongloe, Maros.

"Dia sempat kebingungan. Kebingungan ketika korban meninggal, dia bingung mau diapain ini barang. Akhirnya dibuang," ujar Kombes Budi.

Dari cerita keduanya, diketahui bahwa setelah menghilangkan nyawa korban, pelaku kemudian mengikat nyawa Fadil dan memasukkannya ke plastik.

Baca Juga: Abaikan STB! Sebab Ada Masyarakat yang dapat Menonton Siaran TV Digital lewat TV LED Minus STB

Setelahnya, plastik tersebut dibuang ke kolom jembatan di daerah Nipa-nipa Moncongloe, Kabupaten Maros.

Polisi pun berhasil menemukan jenazah Fadil dan membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Makassar.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X