Tuduh Bawaslu Pemalas, Andi Arief Pengecut

- Sabtu, 1 September 2018 | 15:45 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan Badan Pengawas Pemilu RI pemalas, dinilai tidak pada tempatnya. Selain itu, tuduhan Bawaslu malas dan tidak serius, merupakan bentuk penghinaan kepada anggota, staf, pegawai Bawaslu juga Sentra Penegakan Hukum Terpadu.

 "Justru Andi Arief yang bertindak tidak kooperatif dan pengecut. Sudah membuat cuitan (soal mahar politik masing-masing Rp 500 miliar kepada Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera-Red), akan tapi tidak bertanggungjawab," kata anggota Divisi Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia Andrian Habibi, Sabtu (1/9).

Menurutnya, tindakan Andi Arief menunjukkan yang bersangkutan bukanlah warga negara yang baik. Karena seharusnya Andi Arief melaporkan sendiri, mengawal dan menyelesaikan masalah tuduhan mahar politik ke Bawaslu.

"Pernyataan Andi Arief yang menyudutkan Bawaslu adalah tidak baik. Justru konyol jika Bawaslu mendatanginya ke Lampung. Memangnya siapa Andi Arief," ujarnya.

Dia menilai, Andi Arief adalah orang yang hanya berani membuat isu umum dengan kata kardus. Sebab jika Andi Arief ingin menegakkan hukum dan keadilan pemilu, maka dia harus berani dan mempertanggungjawabkan omongannya.

"Di lain pihak, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu harus mencari solusi untuk proses penegakan hukum pemilu. Hal itu agar kasus-kasus semacam itu tidak terulang lagi," tandasnya.

Misalnya, upaya pemanggilan dengan cara penjemputan langsung. Atau ada cara lain. "Sehingga orang-orang yang tidak serius melapor, mengakhiri dagelan politik. Apalagi jika tujuannya hanya agar tuduhannya dimuat media," tegasnya.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

X