Konferensi di SMPN 2 Tengaran, PGRI Jateng Upayakan Sekolah Gelar PTM

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum mendapat penjelasan Kepala SMPN 2 Tengaran Waluya SPd MPd, tentang fasilitas dan koleksi buku digital di Perpustakaan Literasi SMP Griduta. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum mendapat penjelasan Kepala SMPN 2 Tengaran Waluya SPd MPd, tentang fasilitas dan koleksi buku digital di Perpustakaan Literasi SMP Griduta. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah berupaya menyiapkan terobosan-terobosan, agar pemerintah memberikan hak dan keleluasaan kepada sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

Sangat disayangkan apabila sekolah dengan fasilitas dan layanan pendidikan lengkap, tetapi tidak dipakai untuk pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum, setelah menghadiri Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Semarang di SMPN 2 Tengaran, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Semarang dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugroho secara online, Wakil Bupati Semarang Basari, Ketua DPRD Bondan Marutohening, Ketua Komisi D DPRD Drs Pujo Pramujito, Kepala SMPN 2 Tengaran Waluya SPd MPd, dan pengurus PGRI secara daring dan luring.

Baca Juga: Kemnaker Lakukan Pemetaan Potensi dan Kompetensi PNS untuk Jaring Telenta Terbaik

"Saya melihat banyak sekolah luar biasa seperti di SMP Negeri 2 Tengaran ini. Tangan dingin kepala sekolah yang kreatif dan inovatif menjadikan sekolah asri dan nyaman, serta dilengkapi teknologi perpustakaan dan studio pembelajaran yang bagus," ujar Muhdi.

"Sarana pembelajaran online juga lengkap. Sekolah ini juga sehat dengan keberhasilan meraih penghargaan sekolah sehat nasional. Sayang sekali sekolah seperti ini (SMPN 2 Tengaran) hanya dinikmati gurunya karena tidak dipakai untuk pembelajaran tatap muka," terangnya.

Menurut Muhdi, pembelajaran tatap muka seharusnya bisa tetap dilaksanakan dengan aturan satu kelas setengah dari jumlah murid atau seperempat jumlah murid kelas tersebut.

Atau bila sekolah seperti di SMPN 2 Tengaran dengan kondisi lingkungan dan halaman yang luas, bisa menjadi tempat pembelajaran.

Baca Juga: Sukseskan Program Penanaman Pohon Kurma, MAJT Masih Buka Dukungan Masyarakat

"Sekolah harus diberi kesempatan mengambil kebijakan menggelar PTM dengan standar protokol atau kesehatan. Selama sekolah memungkinan dilaksanakan PTM kenapa tidak? Karena fasilitas sekolah harus dimanfaatkan juga. Bagi sekolah yang belum lengkap bisa intervensi mana yang kurang, sehingga pemerintah harus melengkapi dengan fasilitas yang sama," ungkap Muhdi.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM menjelaskan, murid TK dan murid kelas 1,2,3 SD/madrasah dimungkinkan tidak bisa mengikuti belajar daring dengan baik.

Terutama siswa kelas 1 SD/madrasah bakal mengalami kesulitan saat berlatih membaca dan menulis.

"Hal ini menjadi tantangan guru ketika melaksanakan pembelajaran daring," kata Sukaton yang juga Kadinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang.

Kepala SMPN 2 Tengaran, Waluya SPd MPd mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan digelarnya Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Semarang di SMPN 2 Tengaran.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X