PPKM Diperlukan Agar Ekonomi Bisa Tumbuh Cepat Kembali

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 06:36 WIB
PPKM Darurat (Jati Prihatnomo)
PPKM Darurat (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah, memperkirakan dampak kebijakan PPKM Darurat akan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III 2021.

Seperti diketahui, sejak 3 Juli 2021 hingga 9 Agustus 2021, pemerintah kembali menerapkan kebijakan ini utamanya untuk Jawa dan Bali, sebagai langkah pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19  yang mulai naik sejak Mei 2021.

"Saya berharap tingkat efektivitas kebijakan PPKM ditingkatkan, sehingga PPKM tidak berkepanjangan, jika PPKM tidak diperpanjang, maka saya perkirakan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7 -5,2 persen,” papar Said.

Baca Juga: KADIN Indonesia dan HM Sampoerna Gelar Vaksinasi Ribuan Pekerja di Mojokerto

Pengamat ekonomi asal Unika Semarang, Ika Rahutami lebih melihat PPKM darurat beberapa minggu ini bertujuan untuk menekan peningkatan kasus covid.

"Bila dilihat dari sisi ekonomi maka pasti akan menyebabkan pelambatan ekonomi, karena mobilitas yang dibatasi," tuturnya.

Namun karena sasarannya adalah kesehatan, dan dengan PPKM maka jumlah kasus berkurang, maka walaupun akan melambatkan ekonomi program ini perlu didukung.

Baca Juga: Bantuan TKM Diberikan pada PKL dan Pelaku Usaha, Menaker : Mudah-mudahan Meringankan Beban

"Meski terjadi pelambatan ekonomi, namun dengan penurunan kasus, maka ekonomi akan kembali pulih dan akan lebih cepat. Ini adalah pilihan terbaik dari pada membiarkannya, yang dampak biaya di kemudian hari akan lebih mahal," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X