Latihan Bersama TNI AD dan US Army Tak Cederai Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:36 WIB
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. (suaramerdeka.com / dok)
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Latihan bersama antara TNI Angkatan Darat dan US Army dengan nama Garuda Shield, tidak dapat dimaknai seolah Indonesia lebih mendekat dengan Amerika Serikat (AS) dibanding negara lain, utamanya China.

Apalagi, Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

"Politik luar negeri bebas aktif harus dimaknai sebagai Indonesia berteman dengan semua negara," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Jumat (6/8).

Menurutnya, Indonesia juga boleh menerima berbagai tawaran dari negara manapun. Namun sepanjang tidak mencederai kepentingan Indonesia.

Baca Juga: Kebijakan Penanganan Covid-19, Menkominfo: Pemerintah Libatkan Ahli dari Organisasi Dunia

"Politik luar negeri Indonesia harus mengabdi pada kepentingan nasional. Dalam konteks demikian, latihan bersama Garuda Shield tidak dapat dimaknai sebagai Indonesia condong ke AS," ujarnya.

Bahkan, kata dia, merupakan persepsi yang salah bila Garuda Shield dianggap menciderai politik luar negeri bebas aktif.

Dia menambahkan, belakangan ini AS dan China memang terlibat persaingan untuk mendapatkan dominasi di berbagai belahan dunia, namun lebih intensif di Laut China Selatan.

Baca Juga: Dukung Penerapan PPKM, Siswa Cilacap Masih Terapkan PJJ

"Indonesia bagi AS dan China menjadi negara kunci untuk diperebutkan karena nilai strategis dalam banyak aspek. Dalam posisi demikian, Indonesia mendapat banyak tawaran yang datangnya dari kedua negara yang memperebutkannya," tandasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X