Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, BNPT Lakukan Pendalaman Terkait Jaringan Terorisme

- Jumat, 9 Desember 2022 | 08:12 WIB
Suasana terkini di Mapolsek Astana Anyar pasca insiden bom bunuh diri. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)
Suasana terkini di Mapolsek Astana Anyar pasca insiden bom bunuh diri. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyatakan tengah melakukan pendalaman terutama terkait dengan jaringan terorisme yang terlibat serangan bom bunuh diri ke Mapolsek Astana Anyar.

Fokus utama BNPT adalah pihak yang menyokong Agus Jarno melakukan serangan bom bunuh diri ke Mapolsek Astana Anyar.

"Kita masih terus mencoba melihat kelompok lain yang memberikan perbantuan, kita terus menyelidiki ke arah itu dan beberapa kegiatan dari yang bersangkutan sekarang ini masih terus diprofiling," kata Kepala BNPT kepada wartawan di Mapolsek Astana Anyar, Kamis 8 Desember 2022.

Baca Juga: Pengesahan RKUHP Resahkan Kalangan Pers, SMSI Akan Gugat Melalui Mahkamah Konstitusi

Dijelaskan, pelaku sebelumnya merupakan warga Kota Bandung kemudian berpindah ke Jateng.

Bagi Boy Rafli Amar, ada hal yang perlu dicermati guna melakukan pendalaman sehingga bisa memperkuat upaya pencegahan.

Pihaknya pun menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat tetap diperlukan dalam ikhtiar tersebut.

Baca Juga: Ini Proyek yang Ditawarkan kepada Investor di Semarang Business Forum (Sembiz)

Masyarakat diharapkan tak permissif terhadap ada cara berpikir yang anti-kemanusiaan.

BNPT sendiri terus melakukan koordinasi dengan instansi lainnya sehingga penanggulangan bisa lebih maksimal lagi. 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X