PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Diperkirakan Masuk Level Kontraksi 1,7-2 Persen

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi PPKM Level 4 ./suaramerdeka.com/dok
Ilustrasi PPKM Level 4 ./suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah, memperkirakan dampak kebijakan PPKM Darurat akan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III 2021.

Sejak 3 Juli 2021 hingga rencananya 9 Agustus 2021, pemerintah kembali menerapkan kebijakan ini utamanya untuk Jawa dan Bali, sebagai langkah pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 yang mulai naik sejak Mei 2021.

Said memperkirakan, pada kuartal III memperkirakan ekonomi nasional akan masuk ke level kontraksi 1,7-2 persen.

Agar tingkat kontraksi ekonomi pada kuartal III 2021 tidak terlalu dalam, ia mengharapkan pemerintah disiplin mencapai target penurunan kasus Covid-19 dengan kebijakan PPKM ini.

Baca Juga: Dukung Penerapan PPKM, Siswa Cilacap Masih Terapkan PJJ

"Saya berharap tingkat efektivitas kebijakan PPKM ditingkatkan, sehingga PPKM tidak berkepanjangan, dan kasus positif Covid-19 menunjukan penurunan signifikan,” kata Said dalam rilisnya.

Sebagai refleksi, pada 3 Juli 2021 saat awal PPKM Darurat diberlakukan terdapat 27,913 kasus positif Covid-19.

Kemudian pada 1 Agustus 2021 kasus positif Covid-19 masih 30.738 dan 4 Agustus 2021 kasus positif Covid-19 mencapai 35.867.

“Dengan keberhasilan pengendalian Covid-19, dan PPKM tidak diperpanjang, maka saya perkirakan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7 -5,2 persen,” papar Said.

Baca Juga: Ekonomi Nasional Keluar dari Resesi, Ketua Banggar DPR Sebut Patut Disyukuri

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral! Edy Mulyadi Hina Kalimantan, Begini Sosoknya 

Senin, 24 Januari 2022 | 14:34 WIB
X