Akses Vaksinasi Covid-19 Dipermudah, Harus Dibarengi Kelancaran Pasokan dan Distribusi

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 07:30 WIB
Sejumlah warga Kecamatan Candisari, Kota Semarang antusias mengikuti vaksinasi di balai kecamatan tersebut. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
Sejumlah warga Kecamatan Candisari, Kota Semarang antusias mengikuti vaksinasi di balai kecamatan tersebut. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah yang semakin mempermudah warga untuk mendapat vaksinasi Covid-19, diapresiasi Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani.

Terkait kemudahan akses ini, kata Puan, harus dibarengi dengan pasokan dan distribusi vaksin yang semakin lancar.

 “Kalau akses vaksin telah diperluas untuk warga yang belum punya NIK serta warga rentan dan sebelumnya juga anak di atas 12 tahun sudah boleh divaksin berarti sasaran vaksinasi semakin luas. Karena itu, pasokan dan distribusinya tidak boleh tersendat, justru harus semakin lancar,” ujar Puan dalam rilisnya.

Ke depan, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini tidak ada lagi laporan tentang keterbatasan stok vaksin di daerah yang mengakibatkan proses vaksinasi menjadi tersendat atau bahkan terhenti.

Baca Juga: Bangun Ruang Kelas, Dilengkapi Fasilitas Komputer

Terlebih, sambung Puan, pemerintah mengatakan saat ini total vaksin yang sudah beredar di daerah dan sebagiannya siap didistribusikan berjumlah 100,9 juta dosis vaksin.

“Jumlah stok vaksin itu seharusnya aman untuk beberapa waktu ke depan, tapi kalau ada laporan stok vaksin di daerah kosong, berarti ada yang harus dibenahi dalam sistem data stok vaksin,” tutur alumnus Universitas Indonesia itu.

Dikatakan Puan, tidak boleh ada jeda waktu yang terlalu lama antara proses data stok vaksin yang riil di lapangan, dengan data stok yang dipantau di pusat.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai Target, Golkar Sebut Bukti Kinerja Pemerintah di Bidang Ekonomi Berhasil

“Jangan sampai nanti data stok riil vaksin di lapangan sudah habis, tapi data yang terpantau di pusat masih cukup. Jadi delay input datanya tidak boleh terlalu lama. Atau kalau perlu dibuat sistem data yang real time, sehingga kondisi stok sebenarnya di lapangan bisa terpantau setiap waktu dari pusat,” tandas Puan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X