Korban Bom Bali I Kecewa, Umar Patek Resmi Bebas Bersyarat

- Kamis, 8 Desember 2022 | 22:12 WIB
Ilustrasi teroris (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi teroris (Pexels/Tima Miroshnichenko)

BALI, suaramerdeka.com - Bom bali pertama yang terjadi pada 12 oktober 2002 merupakan salah satu kejadian terorisme terparah sepanjang sejarah yang terjadi di Indonesia.

Bom bali pertama terjadi di depan diskotik Sari Club dan diskotik Paddy’s Pub yang berada di Legian Kuta Bali dan yang ketiga berada di kantor konsulat Amerika serikat daerah Renon, Denpasar.

Peristiwa terorisme tersebut menelan banyak korban baik meninggal maupun luka - luka. Bom Bali I juga mengguncang industri pariwisata di Bali.

Baca Juga: Gokil, Tanpa Set Top Box Bisa Nonton TV Digital Gratis di HP, Cukup Instal Aplikasi Saja Gratis Tis

Terorisme yang dilakukan membuat dampak trauma yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kabar terbaru terorisme pelaku Bom Bali Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek dilansir dari detikbali.com.

Hari kebebasan bersyarat Patek akhirnya datang pada Rabu (7/12/2022). Ditjen Pemasyarakatan mengumumkan Patek telah mendapatkan pembebasan bersyarat.

"Pada hari ini, 7 Desember 2022, Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek dikeluarkan dari Lapas Kelas I Surabaya, dengan Program Pembebasan Bersyarat dan mulai hari ini sudah beralih status dari Narapidana menjadi Klien Pemasyarakatan Bapas Surabaya," kata Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti.

Baca Juga: Adipati Dolken Sambut Kelahiran Anak Pertama, Nama Jawa Sang Anak jadi Sorotan

Meski telah bebas, Patek harus menjalani program pembimbingan. Program ini berlangsung hingga 2030. "Wajib mengikuti program pembimbingan sampai dengan 29 April 2030," terang Rika.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X