Pemerintah Daerah Diimbau Waspada Pertambahan Zona Merah di Luar Jawa-Bali

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:28 WIB
Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Foto: Antara/Yusuf Nugroho

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peningkatan jumlah zona merah penyebaran Covid-19 di luar pulau Jawa dan Bali harus diwaspadai, melalui kesiapan para pemangku kepentingan di daerah dan sejumlah fasilitas kesehatan beserta kelengkapannya.

Catatan Satgas penanganan Covid-19 per Minggu (1/8) terjadi pertambahan zona merah di tanah air menjadi 33 provinsi dengan 240 kabupaten/kota.

Sepekan sebelumnya Minggu, 25 Juli 2021 zona merah tercatat di 32 provinsi dan 195 kabupaten/kota.

Meski dalam catatan tersebut jumlah zona merah tertinggi tercatat berturut-turut di Jawa Timur (32 kabupaten/kota) dan Jawa Tengah (27 kabupaten/kota) sebaran zona merah di luar Jawa dan Bali jauh lebih banyak.

Baca Juga: Update Covid 5 Agustus: Bertambah 35.764, Kasus Covid-19 Saat Ini Mencapai 3.568.331 Orang

"Kondisi sebaran zona merah Covid-19 di luar Jawa dan Bali harus segera disikapi dengan langkah nyata dari para pemangku kepentingan di pusat dan daerah," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis 5 Agustus 2021.

Lestari mengapresiasi rencana pemerintah untuk mereplikasi penanganan lonjakan kasus positif Covid-19 di Jawa-Bali untuk menekan pertambahan zona merah di luar Jawa-Bali.

Namun menurut Lestari harus diingat kondisi sarana dan prasarana kesehatan serta infrastruktur di luar Jawa dan Bali sangat berbeda.

Baca Juga: Alami Fluktuasi, Kemendag Jamin Stok Kedelai Aman dan Harga Tetap Terjangkau

Sehingga kesiapan setiap daerah harus benar-benar rinci untuk menjalankan strategi yang serupa dengan provinsi-provinsi di Jawa-Bali.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X