Aksi Serentak 1.000 Perusahaan Tolak Omnibus Law Ditunda, KSPI Pertimbangkan PPKM Level 4

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:00 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal (Foto Istimewa)
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal (Foto Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rencana aksi serentak di 1.000 perusahaan Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja akhirnya ditunda.

Penundaan dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) setelah memperhatikan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, serta diperpanjangnya PPKM Level 4 sampai dengan tanggal 9 Agustus 2021.

“Dengan mempertimbangankan kedua hal itu, KSPI menunda pelaksanaan aksi yang seyogyanya akan diselenggarakan pada hari ini (Kamis 5/08),” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Kamis (5/8).

Namun demikian, lanjut Said Iqbal, buruh tetap menyuarakan dan mengkampanyekan penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Menko Marves Tinjau RSDC Asrama Haji Donohudan, Alkes Kemenkes baru 15 Persen Siap

Sebagaimana diketahui, hari ini Mahkamah Konstitusi tetap menyelenggarakan persidangan uji formil terhadap UU Cipta Kerja, yang salah satunya diajukan oleg Riden Hatam Aziz sebagai anggota KSPI.

Dalam persidang uji formil ini, Said Iqbal direncanakan akan hadir sebagai saksi fakta. Said Iqbal menyampaikan, bahwa dirinya akan memberikan kesaksian terkait dengan cacat prosedur pembentukan UU Cipta Kerja.

“Saya akan membongkar fakta dan data terkait dengan cacat formal dan prosedural pembentukan UU Cipta kerja yang tidak melibatkan partisipasi dari buruh pada saat proses penyusunannya,” ujarnya.

Baca Juga: Deklarasi Gotong Royong Hadapi Pandemi Ditandatangani, Tepis Berita Bohong COVID-19 Tak Berdasar

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X