Tanggulangi Covid-19, Arsjad Rasjid Sebut Dua ‘Senjata’ untuk Menang

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:24 WIB
Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dalam acara vaksinasi yang digelar pabrik Epson Indonesia, di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok)
Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dalam acara vaksinasi yang digelar pabrik Epson Indonesia, di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok)

BEKASI, suaramerdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut ada dua hal yang harus terus dilakukan untuk menanggulangi Pandemi Covid-19.

Dua hal itu adalah vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan. Hal itu diutarakan dalam acara vaksinasi yang digelar di pabrik Epson Indonesia, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/8).

"Jadi dua senjata itu yang bisa membuat kita menang melawan pandemi ini. Selain itu kita juga harus bersatu, bergotong royong sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi semua ini," ujar Arsjad Rasjid.

Dalam kesempatan tersebut, Arsjad juga mengimbau kepada para pengusaha, untuk terus membantu pemerintah dalam mengejar target vaksinasi nasional.

Baca Juga: Usung Transformasi Ekonomi, Upaya Bappenas Capai Visi Indonesia 2045

Arsjad Rasjid mengatakan para pengusaha bisa membantu dengan cara menggelar vaksinasi gratis untuk para karyawan dan masyarakat.

"Yang kita butuhkan pada saat ini adalah gotong royong, persatuan dan kesatuan bersama, karena pada saat ini yang kita hadapi adalah perang melawan pandemi, jadi kita harus memenangkan ini," terangnya.

Vaksinasi Rabu (4/8) dilakukan kepada 1000 orang karyawan Epson Indonesia. Vaksinasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Polri yang mewakili pemerintah, dengan biaya ditanggung Epson Indonesia.

 Baca Juga: Pelaku Pasar Mencermati Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Alami Kenaikan

Sebelumnya, Epson sudah memvaksin sebanyak 3856 karyawannya menggunakan vaksin Gotong Royong, yang merupakan hasil kerjasama dengan Kadin Indonesia.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pandemi Covid-19, telah menyebabkan masalah kesehatan dan masalah ekonomi.

Dia menambahkan, kedua masalah itu harus ditanggulangi, antara lain dengan menjaga protokol kesehatan.

"Disiplin memakai masker, pengaturan terkait menjaga jarak, kemudian pengaturan terkait dengan kegiatan pekerjaan di sektor sektor tertentu dengan membatasi jumlah, dan tentunya salah satu strategi yang saat ini kita sedang akselerasi adalah vaksinasi," ujarnya.

Baca Juga: Harus Isolasi Mandiri? Perhatikan Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

Kapolri mengatakan, bahwa buruh adalah salah satu kelompok yang harus diselamatkan. Pasalnya, buruh adalah tulang punggung dari perekonomian negara.

"Kita tahu bahwa penghasil utama pemasukan untuk negara itu ekspor, dan kawa-kawan buruh banyak terlibat dalam kegiatan ini, Oleh karena itu, kawan-kawan buruh sebagai pahlawan  devisa, harus kita jaga," tegasnya.

Ketua KSPI, Said Iqbal yang juga hadir di acara vaksinasi, menambahkan bahwa sudah banyak buruh yang terpapar Covid-19.

"Sepuluh persen buruh Indonesia terpapar Covid-19, ratusan buruh telah meninggal dunia karena terpapar Covid-19, banyak buruh yang isolasi mandiri," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X