UMP Kaltim 2023 Naik 6,2 Persen, Perusahaan yang Telah Beri Lebih Tinggi Dilarang Menurunkan

- Kamis, 1 Desember 2022 | 09:57 WIB
Ilustrasi kenaikan upah buruh 2023. (Pixabay/EmAji)
Ilustrasi kenaikan upah buruh 2023. (Pixabay/EmAji)

SAMARINDA, suaramerdeka.com - Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 sebesar Rp 3.201.396,04 atau naik 6,20 persen telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dilansir dari laman diskominfo .kaltimprov, Penetapan UMP 2022 disahkan Gubernur Kaltim Ir Isran Noor melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur Nomor 561/K.832/2022 Tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Kaltim Tahun 2023.

SK tersebut diteken Gubernur Kaltim pada tanggal 25 November 2022.

Kemudian disusul dengan Pengumuman Gubernur Kaltim Nomor 561/11854/2187-IV/B.Kesra Tentang Penetapan UMP Kaltim Tahun 2023 yang dikeluarkan pada Senin (28/11/2022) hari ini.

Baca Juga: Untuk Apa Set Top Box? Televisi belum Support TV Digital Bisa Menerima Siaran TV Digital? Ini Rahasianya

UMP sebesar Rp 3,2 juta ini berlaku bagi pekerja buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Upah minimum ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan tanggal 31 Desember 2023.

“Bagi perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketentuan UMP sebagaimana yang telah ditetapkan pada UMP 2023, dilarang mengurangi atau menurunkan upah,” bunyi SK Gubernur Kaltim Nomor 561/K.832/2022 Tentang Penetapan UMP 2023.

Besaran UMP 2023 ini naik sebesar Rp 186.899 atau 6,20 persen dibandingkan dengan UMP 2022 sebesar Rp 3.014.497.

Baca Juga: Cukup WhatsApp Nomor Ini, Kalau Ingin Mendapatkan Set Top Box Gratis, Masyarakat Tak Mampu Wajib Tahu

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X