Wow, Ini Provinsi Paling Bahagia di Indonesia Ekonomi Tumbuh Hingga 27 Persen, Jokowi Minta Jangan Lengah

- Rabu, 30 November 2022 | 12:08 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu 30 November 2022. (YouTube Bank Indonesia)
Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu 30 November 2022. (YouTube Bank Indonesia)
JAKARTA, suaramerdeka.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh Provinsi untuk waspada terhadap situasi ekonomi 2023 yang penuh ketidakpastian.
 
Ini juga berlaku untuk Provinsi yang sudah mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi bahkan sampai 27 persen.
 
Provinsi Maluku Utara (Malut) disebut sebagai provinsi paling bahagia se-Indonesia bahkan di dunia karena ekonominya melejit tinggi.
 
 
Menurut Presiden Jokowi, investasi menjadi salah satu kunci perekonomian tinggi yang salah satunya didorong hilirisasi.
 
"Banyak industri turunan dari nikel dan inflasi di Malut hanya 3,3 persen gimana rakyatnya nggak bahagia," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang digelar secara hibrid, Rabu 30 November 2022.
 
Namun pujian bagi Maluku Utara ini jangan sampai membuat kendor karena justru harus jadi perhatian dan kewaspadaan.
 
 
Jangan sampai salah mengambil kebijakan sehingga membuat investasi yang masuk ke daerah jadi terhambat.
 
"Jangan main-main dan sampai salah policy, pemerintah membangun infrastruktur untuk menambah titik ekonomi baru di luar Jawa," katanya.
 
Di sini infrastruktur baru ini akan menambah titik perekonomian baru termasuk di sektor pariwisata.
 
"Ada Mandalika, Labuan Bajo, Morowali itu akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi di negara kita jadi hati-hati mengambil kebijakan," tegasnya.
 
 
Saat ini investasi di luar Jawa juga sudah jauh lebih besar dibanding di Pulau Jawa. 
 
Jokowi sepakat optimisme harus terus dibangun diiringi dengan tingkat kepercayaan yang sudah didapat.
 
 
 
Target investasi Rp1.400 triliun di tahun 2023 tentu tidak akan mudah namun jika konsisten dengan hilirisasi ini maka diyakini perekonomian akan bisa bertumbuh positif.
 
"Tahun lalu Rp900 triliun tercapai, tahun ini Rp1.200 triliun Insya Allah tercapai dan angka Rp1.400 triliun tahun depan tentu tidak akan mudah," imbuhnya.
 
 
Namun hal ini harus diupayakan karena semua negara tentu akan berebut investasi baru sehingga jangan sampai ada yang mempersulit masuknya investor ke daerah.
 
 
"Hilirisasi konsisten, nikel sudah nanti masuk lagi bauksit, tembaga, timah dan lainnya serta semua bahan mentah itu jadi kunci," kata Jokowi.
 
Ekspor juga harus jadi perhatian karena tahun depan bisa jadi menurun meski tahun ini melompat tinggi.
 
 
Banyak faktor yang menyebabkan termasuk kondisi di Tiongkok yang belum selesai terkait masalah kesehatan.
 
Sementara Amerika Serikat dan Uni Eropa juga mengalami perlemahan padahal ekspor ke wilayah tersebut juga cukup tinggi.
 
Bank Indonesia akan mengambil langkah dan kebijakan, dalam rangka memerkuat ketahanan ekonomi menuju Indonesia maju lewat sinergi dan inovasi.
 
Pada tahun depan, diharapkan Indonesia mampu bertahan dengan menjaga stabilitas ekonomi serta pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.
 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi, dan lebih baik bila dibandingkan negara-negara lainnya di seluruh Indonesia.
 
Hal ini disampaikan secara virtual di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia.

Perry menjelaskan, kebijakan pemerintah dengan BI yang kuat khususnya di bidang fiskal dan moneter akan terus dipertankan dan ditingkatkan serta dilanjutkan.
 
Terutama, dalam hal menghadapi gejolak global menuju Indonesia maju.
Menurutnya, sinergi dan inovasi adalah kata kunci dalam mewujudkan kebangkitan ekonomi nasional.
 

"Sinergi dan inovasi memperkuat ketahanan dan kebangkitan menuju Indonesia maju. Sudah 30 bulan kita melawan Covid, dan kini kita menghadapi dampak global. Tapi Alhamdulillah Indonesia mampu bertahan dan kini pulih dengan stabilitas terjaga dan pertumbuhan ekonomi tinggi," kata Perry.
 
Lebih lanjut Perry menjelaskan, prospek ekonomi di tahun depan memang harus diwaspadai gejolak global karena dampak dari resesi Amerika Serikat dan negara di kawasan Eropa lainnya.
 
 
Selain itu, juga patut diwaspadai meningkatnya inflasi tinggi yang diikuti suku bunga terus naik.

"Strategi kita adalah tetap menjaga nilai tukar rupiah di tahun 2023 mendatang. Selain itu, dukungan fundamental ekonomi Indonesia juga harus ditingkatkan dan dikuatkan," jelasnya.

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X