Kelompok Ekstremis dan Teroris Kerap Salahgunakan Internet, Kepala BNPT: untuk Propaganda hingga Pendanaan

- Minggu, 27 November 2022 | 08:10 WIB
Kepala BNPT RI Komjen Pol. Boy Rafli Amar  dalam acara Aqaba Process 2022 di Bali. (suaramerdeka.com / dok)
Kepala BNPT RI Komjen Pol. Boy Rafli Amar dalam acara Aqaba Process 2022 di Bali. (suaramerdeka.com / dok)

DENPASAR, suaramerdeka.com - Kelompok teroris dan ekstremis selama ini telah menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda dan berusaha menyedot pendanaan terorisme yang menargetkan generasi muda.

Soal teroris itu diungkapkan Kepala BNPT RI Komjen Pol. Boy Rafli Amar dalam Aqaba Process - Southeast Asia High Level Tech Meeting Preventing Terrorist and Violent Extremist Exploitation of the Internet di Bali pada 22-23 November 2022.

"Selama ini kelompok teroris telah menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda, rekrutmen, perencanaan hingga pendanaan tindak pidana terorisme yang menargetkan anak muda bahkan mendorong pelibatan perempuan untuk melakukan aksi teror," jelas Boy Rafli Amar.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2022 Plus Link Live Streaming: Belgia Ditantang Kanada, Spanyol Vs Jerman

Menurutnya, perlu ada komitmen bersama antara pemerintah, organisasi, entitas internasional, dan perusahan teknologi dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Sangat penting menggunakan pendekatan multidisiplin dengan menguatkan kemitraan tidak hanya antar negara namun juga dengan berbagai organisasi internasional dan perusahaan teknologi untuk mengatasi tantangan eksploitasi internet oleh kelompok teroris dan ekstremis kekerasan,” lanjutnya.

Kepala BNPT RI yang menjadi co-chair dalam pertemuan ini menyampaikan permasalahan tersebut di hadapan 16 negara yang hadir dalam forum tingkat tinggi Asia Tenggara.

Baca Juga: Waspada Bro! Banyak Orang Kaya Palsu di Sekitar Kita, Intip 5 Cirinya Agar Tak Tertipu

Di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Kamboja, Filipina, Perancis, AS, Inggris, Yordania, Australia, Jepang, India, Kenya, Selandia Baru, Belanda.

Pada akhir pertemuan ini pemerintah, organisasi internasional dan perusahaan teknologi sepakat untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme dan esktremisme kekerasan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Artikel Terkait

Terkini

X