Sikapi Ancaman Resesi, Saran Bambang Brodjonegoro: Siapkan Strategi, Kendalikan Angka Inflasi Pangan

- Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
Ilustrasi ancaman resesi ekonomi (pixabay)
Ilustrasi ancaman resesi ekonomi (pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menyikapi ancaman resesi global 2023, Menristek/mantan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyarankan agar pemerintah mengendalikan angka inflasi pangan.

Bukan sekadar menjaga harga, tapi juga memastikan distribusi merata ke masyarakat terlaksana baik.

Permintaan terhadap komoditas produksi Indonesia berpeluang mengisi pasar-pasar yang suplainya terganggu perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Dari Ayu Ting Ting Sampai Presiden Joko Widodo, Intip Hewan Peliharaan Unik dari Pesohor Tanah Air

Musim dingin semakin membuat banyak negara membutuhkan pasokan barang yang antara lain berupa komoditas asal Indonesia.

“Negara-negara maju, khususnya yang mengalami musim dingin, akan bersikap pragmatis akibat perang Rusia dan Ukraina yang tidak jelas kapan berakhir."

"Negara-negara lain membutuhkan pasokan komoditas yang cepat, seperti batubara. Hal ini bisa menjadi meningkatkan ekspor Indonesia,” ujar Bambang Brodjonegoro dalam webinar nasional Moya Institute bertema “Antisipasi Resesi Global 2023: Kasus Indonesia”, Jumat 25 Novvember 2022.

Baca Juga: Terungkap! Ini 6 Manfaat Daun Sirih Buat Kesehatan, Pokoknya Gak Nyesel Kalau Punya di Pekarangan

Politikus reformasi Fahri Hamzah mengatakan, pemerintah Indonesia harus mampu menyadari dan memahami potensi resesi global 2023, yang diperkirakan para analis bakal terjadi.

“Ancaman krisis ini jangka panjang atau pendek? Patut dipahami ini adalah krisis yang sistemik karena di situ ada menyangkut ideologi."

"Ada ideologi kapitalisme yang tetap serakah, di tengah-tengah krisis, sehingga menyebabkan krisis semakin akut,” ucap Fahri Hamzah.

Baca Juga: Unggah Foto Berlatar Biru dengan Erina Gudono, Kaesang: Bismillah Minta Doanya

Oleh sebab itu, Fahri Hamzah meminta, Indonesia jangan sampai menjadi negara korban eksploitasi, karena keserakahan ekonomi negara kapitalis dan lebih terbuka melihat gejolak dunia.

Mantan Ketua Wantimpres yang juga ekonom senior UGM Sri Adiningsih mengemukakan, dunia saat ini memang sedang mengalami banyak perubahan sebagai akibat dampak pandemi Covid-19.

Termasuk, kata Sri Adiningsih, menyoal pemulihan ekonomi masing-masing negara di dunia. Namun Indonesia masih beruntung sebab ekonominya relatif tetap baik di tengah pandemi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X