Ditetapkan Tersangka, Agus Hartono Gandeng Pengacara Kamaruddin Ajukan Praperadilan

- Sabtu, 26 November 2022 | 02:00 WIB
Agus Hartono (kiri) bersama tim Kuasa Hukumnya, yang dipimpin Kamaruddin Simanjuntak, saat memberikan keterangan pers di Kota Semarang, Jumat 25 November 2022. (Eko Fataip)
Agus Hartono (kiri) bersama tim Kuasa Hukumnya, yang dipimpin Kamaruddin Simanjuntak, saat memberikan keterangan pers di Kota Semarang, Jumat 25 November 2022. (Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengusaha di Kota Semarang, Agus Hartono menggugat praperadilan Kepala Kejaksaan Agung, lebih spesifik lagi Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Semarang, gugatan tersebut teregister dengan Nomor 25/Pid.Pra/2022/PN Smg tertanggal 22 November 2022.

Agus ditetapkan tersangka atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian fasilitas kredit dari sejumlah bank ke PT CGP pada 2016 silam.

Baca Juga: Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Kuasa Hukum dari pemohon, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan, gugatan atau permohonan tersebut untuk menguji sah tidaknya penetapan tersangka kliennya Agus Hartono oleh Kejati Jateng.

Menurutnya, berdasar fakta persidangan, dan bukti-bukti yang ada, pihaknya sekaligus meminta agar sejumlah jaksa di lingkup Kejaksaan Agung dan Kejati Jateng yang terlibat dalam penanganan perkara ini agar dinonaktifkan.

"Ada tiga nama jaksa yang kami minta untuk dinonaktifkan, sebab diduga melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang hingga miliaran rupiah. Permintaan itu muncul saat klien kami diperiksa masih sebagai saksi," kata Kamaruddin kepada awak media di Semarang, Jumat 25 November 2022.

Baca Juga: Pengacara Kamaruddin Datangi BPKP Jateng, Ini yang Dipertanyakan

Terlebih, yang melaporkan awal kali perkara ini adalah suatu LSM yang keberadaan atau kedudukan hukumnya masih dipertanyakan. Nilai kerugian negara yang disebutkan pada laporan tersebut juga dianggap tidak memiliki dasar.

"Keberadaan pengurus-pengurus LSM ini sudah kami cari, tapi hasilnya nihil. Termasuk kami melacak lokasi kantor dari LSM tersebut juga tidak ditemukan," sebutnya.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X