Angkat Strategi Pendekatan 3H, Pakar Deradikalisasi BNPT Raih Gelar Doktor Termuda Krimonologi

- Jumat, 25 November 2022 | 07:00 WIB
Pakar Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ardi Putra Prasetya usai menjalani sidang disertasi di Universitas Indonesia. (suaramerdeka.com / dok)
Pakar Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ardi Putra Prasetya usai menjalani sidang disertasi di Universitas Indonesia. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ardi Putra Prasetya dinobatkan sebagai Doktor termuda kriminologi di Indonesia.

Predikat itu disematkan kepada Ardi Putra Prasetya usai resmi meraih gelar doktor di jurusan Kriminologi Universitas Indonesia (UI) dalam waktu 3,3 tahun, Kamis 24 November 2022.

Dalam sidang terbuka tersebut terdapat diskusi menarik soal deradikalisasi dan dunia terorisme antara Ardi dan para pengujinya.

Di antaranya Pakar Terorisme, Dr. Sri Yunanto, Ph.D, Guru Besar Kriminologi Prof. Dr. M. Mustofa, M.A. dan Guru Besar Psikologi UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si.

Baca Juga: Kembali Kunjungi Lokasi Gempa Cianjur, Presiden Proses Rehabilitasi Segera Dilakukan

Ardi mempertahankan disertasinya, dengan memberikan argumen-argumen realistis terkait berhentinya seseorang dari aktifitas kejahatan terorisme.

Sidang promosi tersebut dihadiri pejabat tinggi dari BNPT, Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam disertasinya, dia menuliskan penelitian dengan judul 'Desistensi dari Terorisme (Desifter) : Konsepsi Komprehensif tentang Tipologi, Peramalan Intervensi Mantan Pelaku Teror'.

Selama pengerjaan disertasinya, ia dipromotori oleh Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc, Ph.D.

Baca Juga: Portugal Menang, Ronaldo Bikin Rekor: Pemain Pertama yang Cetak Gol di 5 Piala Dunia!

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X