SiLacak jadi Andalan Tracing Covid-19, Efektif Kendalikan Wabah

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:09 WIB
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengungkapkan pemerintah menargetkan 15 orang menjalani tracing Covid-19 per satu kasus.

Untuk memudahkan pelacakan, digunakan aplikasi SiLacak sebagai penguatan tracing. Pelacakan dengan aplikasi ini dilakukan secara terintegrasi.

Aplikasi ini dikombinasikan dengan InaRisk, yang merupakan aplikasi berisi informasi tingkat bahaya suatu wilayah.

Aplikasi itu juga dapat mendeteksi kadar gangguan Covid-19 sehingga bisa memudahkan petugas untuk melakukan tracing.

"Ya, (menggunakan SiLacak) dan dikombinasi dengan InaRisk," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting seperti dikutip dari Katadata.co.id, Rabu (4/8).

Baca Juga: Dilatih Pemulasaraan Jenazah Covid-19, Fatayat Harus Siap Mental dan Spiritual

Juru Bicara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, SiLacak digunakan untuk memantau pelaksanaan proses tracing.

Aplikasi tersebut hanya digunakan oleh petugas yang menelusuri kontak erat alias tracer. Nantinya setiap ada temuan kasus positif Covid-19, data orang tersebut dikirimkan kepada koordinator tim melalui pesan singkat WhatsApp.

Selanjutnya, koordinator akan membagi tugas kepada para tracer untuk menanyakan kontak erat dari kasus tersebut. Bila tidak direspons, petugas akan langsung mendatangi tempat tinggal pasien positif tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X