Nakes Khawatir Tularkan Virus, Psikolog: Bisa Ganggu Kesehatan Mental

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:36 WIB
Para nakes saat kegiatan vaksinasi massal di Karawang. (suaramerdeka.com / dok)
Para nakes saat kegiatan vaksinasi massal di Karawang. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kesehatan mental tenaga kesehatan (nakes) perlu diperhatikan, dalam menangani pasien selama pandemi.

"Tanpa kesehatan mental yang baik susah bagi nakes berkontribusi secara maksimal. Penting untuk menjaga semangat mereka agar tetap siap fisik dan mental," ujar Psikolog dari Universitas Indonesia Yudiana Ratnasari, dalam media briefing bertema "Bergandeng Tangan, Menyelamatkan Nyawa: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Perkuat Puskesmas" dipantau via daring di Jakarta, Rabu.

Nakes yang terjun langsung menangani pasien COVID-19 tidak hanya mencemaskan keadaannya, namun juga khawatir akan menularkan virus pada keluarga maupun lingkungannya.

Baca Juga: Pesawat Kepresidenan Tampil Merah Putih, Telan Anggaran Segede Ini, Alvin Lie: Hari Gini Foya-Foya

Selain itu, tekanan fisik dapat muncul karena banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani.

Ia menambahkan, gejala psikologis juga dapat muncul dalam bentuk rasa takut terhadap penularan yang menimbulkan kecemasan.

Ia mengharapkan pihak keluarga tenaga kesehatan dan lingkungannya tetap dapat memberikan semangat untuk menjaga fisik dan mentalnya tetap baik. "Itu merupakan recharge energi yang luar biasa tenaga kesehatan," ucapnya.

Ia pun mengapresiasikan sejumlah pihak yang memberikan layanan konseling bagi tenaga kesehatan agar mentalnya tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi pandemi.

Sebelumnya, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan tim psikolog untuk pasien COVID-19, keluarga, masyarakat hingga tenaga kesehatan yang berpotensi mengalami gangguan psikologis selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: PPKM Level 4 Hingga 9 Agustus, ASN Sektor Non-Esensial Diminta Tetap WFH 100 Persen

Kepala Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari mengatakan tim yang disiapkan terdiri dari para mahasiswa magister psikologi maupun psikolog dari UGM dan rekanan.

"Kami memiliki 55 psikolog internal dan nanti bisa melibatkan psikolog rekanan jika diperlukan," kata dia.

Menurut dia, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan bisa mengakibatkan gangguan psikologis, baik bagi pasien, keluarga, masyarakat hingga tenaga kesehatan sehingga memerlukan penanganan.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X