Pasokan Vaksin Covid-19 di Provinsi Padat Penduduk harus Proporsional, RK: Biar Tidak Terlambat

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:04 WIB
Salah seorang warga mengikuti vaksinasi massal yang diadakan IKASUKA Magelang Raya di Pendopo drh Soepardi./suaramerdeka.com/dok
Salah seorang warga mengikuti vaksinasi massal yang diadakan IKASUKA Magelang Raya di Pendopo drh Soepardi./suaramerdeka.com/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Disinggung bahwa kawasan Bodebek masih belum bisa mengimbangi kecepatan vaksinasi di DKI Jakarta yang sudah melampaui target 7,5 juta warga, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta supaya hal tersebut disikapi secara proporsional.

"Jakarta dikasih sama, habisnya juga sama, kita sudah selesaikan 9 juta suntikan. Tapi kami, jumlah penduduknya 50 juta sehingga vaksin sebanyak itu prosentasenya belasan persen, jadi bukan lambat," katanya di Terminal Leuwipanjang Bandung, Rabu (4/8).

Seharusnya, katanya, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk sebanyak itu, semestinya, Jabar mendapat pasokan vaksin yang berlimpah sehingga akselerasi vaksinasi pun bisa dilakukan.

Baca Juga: Kejagung Masih Fokus Bongkar Kasus PT ASABRI

"Karena jatah yang diberikan tak proporsional, harusnya kami mendapatkan pasokan hingga 5 kali lipat," tandasnya.

Sebelumnya, dalam kegiatan di terminal itu, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi sempat menyinggung ketimpangan dalam program vaksinasi Covid-19 di kawasan ibukota dan sekitarnya.

"Vaksinasi di Jakarta sudah mencapai 70-80 persen, tapi untuk daerah sekitarnya Bekasi, Depok, dan Bekasi misalnya masih ada pada angka 20 persenan, makanya kita lakukan vaksinasi massal di Bogor," katanya.

Baca Juga: Relawan di Pekalongan Sediakan Infus dan Vitamin Gratis bagi Isoman

Untuk mengejar cakupan vaksinasi di wilayahnya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pihaknya terus mengejar target penyuntikan perhari.

Saat ini, mereka maksimal baru bisa melakukan vaksinasi hingga 142 ribu penyuntikan perhari. Hanya saja, angka ini belum cukup untuk bisa mewujudkan target rampung vaksinasi pada Desember mendatang.

"Dengan kecepatan itu kemungkinan baru beres 2023 sehingga kita butuh 400 ribu suntikan perhari mengingat jumlah penduduk kita yang mencapai 50 juta," jelasnya.

"Karenanya vaksinasi harus 400 ribuan ini terkait dengan kesanggupan infrastruktur Jawa Barat hanya 60 persen yakni puskesmas, klinik, rumah sakit lainnya, makanya 40 persennya, kami mohonkan bantuan penyuntikan vaksinasi dari semua pihak," katanya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB
X