Berlangsung di Enam Daerah, Prioritas Vaksinasi Difabel di Zona Merah

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:12 WIB
Angkie Yudistia (Agung PW)
Angkie Yudistia (Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Vaksinasi Covid-19 bagi difabel, khususnya yang berada di zona merah, mendapat prioritas vaksinasi dari Pemerintah Pusat.

Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang rawan terpapar virus.

''Menjadi prioritas bagi kami untuk terus mengupayakan ketersediaan vaksin bagi disabilitas di seluruh Indonesia. Kami menginginkan, penyandang disabilitas memiliki imun yang baik, utamanya di masa pandemi sehingga bisa meminimalisasi potensi terpapar corona,'' ungkap Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia yang juga memiliki keterbatasan pendengaran sejak kecil.

Baca Juga: Festival Film Pendek Kemenag Jateng, Upaya Siarkan Seni Budaya Islam ke Tengah Masyarakat

Menurutnya, kemampuan mengakses informasi dan berkomunikasi dalam masa pandemi merupakan tantangan bagi penyandang disabilitas.

Dirinya memahami sebagai penyandang disabilitas yang harus berupaya ekstra untuk tetap bisa bertahan di kondisi yang sulit akibat pandemi.

Ia dan teman-teman penyandang disabilitas, berusaha menembus batas dengan segala keterbatasan.

Baca Juga: Tengah Puncak Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah Cilacap Masih Diguyur Hujan

Mereka tak ingin mengeluh tapi terus berusaha.

Ketersediaan Vaksin Angkie mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menjamin ketersediaan vaksin bagi disabilitas.

Ini juga tak lepas dari amanah UU Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

Mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara termasuk mendapat suntikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan virus Covid-19.

''Kami akan terus mengampanyekan disabilitas bisa vaksin yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Bisa. Gerakan ini digagas untuk menciptakan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga terjadi sinergitas dalam upaya menghadirkan vaksin bagi disabilitas di Indonesia,'' tandasnya.

Ia mengapresiasi Kementerian Kesehatan, yang memberi kepercayaan untuk melakukan komunikasi lintas sektor terkait vaksin disabilitas.

Ini dilakukan setelah Indonesia mendapat hibah 450.000 vaksin jenis sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab.

Segera Distribusikan Presiden Joko Widodo, jelasnya, minta untuk mendistribusikan kepada penyandang disabilitas yang berada di wilayah dengan risiko tinggi Covid-19.

Saat ini ada 255.000 vaksin jenis sinopharm yang disalurkan ke enam daerah oleh Kementerian Kesehatan.

Terkait data penerima serta validasi warga disabilitas, Angkie terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Dalam Negeri.

Staf Khusus Presiden juga melibatkan 98 komunitas disabilitas.

Ia berharap vaksinasi bisa tepat sasaran kepada penyandang disabilitas, terutama di enam daerah yang berada di zona merah.

''Pelaksanaan lokasi program vaksinasi akan dilakukan di Provinsi Banten dengan jumlah 18.166 disabilitas, Provinsi Jawa Barat 60.824 disabilitas, Provinsi Jawa Tengah 69.840 disabilitas, Provinsi Yogyakarta, 11.225 disabilitas, Provinsi Jatim 53.642 dan Provinsi Bali 11.309 disabilitas,'' papar Angkie.

Pelaksanaan vaksinisasi akan dilakukan bulan Agustus hingga Oktober mendatang.

Ia mengatakan dalam tiga bulan ini vaksin dosis pertama bisa disuntikkan kepada penerima yang merupakan penyandang disabilitas.

Tentu vaksinasi menjadi penting bagi disabilitas yang merupakan bagian dari kelompok prioritas.

Vaksin adalah upaya bersama agar lepas dari situasi pandemi dan mencapai herd immunity.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X