Kemenkes: Terlambat Vaksinasi Kedua Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin Pertama

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:52 WIB
Vaksin Sinovac/Antara
Vaksin Sinovac/Antara

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, dibutuhkan penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal.

Menurutnya, rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus.

Untuk itu, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Demak Tangkap Perampas Sepeda Motor, Dua Temannya Masih Buron

Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah dikarenakan ketersediaan vaksin.

Ia mengatakan, meskipun pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi tantangan di tengah jalan, misalnya terkait dengan ketersediaan vaksin.

Ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua.

"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus Covid-19," katanya, dalam keterangan resmi Kemenkes, Selasa 3 Agustus 2021.

Baca Juga: Evaluasi PPKM Level 4 Jawa Tengah Tunjukkan Hasil Membaik

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemenkes RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB
X