Ketua DPP Hanura Pertanyakan Program 'Galang Perjuangan' Prabowo Subianto

DTC
- Kamis, 12 Juli 2018 | 12:12 WIB
Foto: Kompas
Foto: Kompas

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan program 'Galang Perjuangan' yang diinisiasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Program yang diusung untuk Pilpres 2019 itu menargetkan jumlah dana terkumpul sebesar Rp 10 triliun.

Inas mewaspadai dana tersebut digunakan untuk serangan fajar.

"Dana untuk memenangkan pilpres sebanyak Rp 10 triliun tentunya patut dipertanyakan peruntukannya, jangan-jangan untuk serangan fajar tuh," ujar Inas seperti dikutip Detik, Kamis (12/7).

Ia merinci, jika nominal Rp 10 triliun digunakan dalam serangan fajar, maka uang sebesar Rp 100 ribu diberikan kepada 100 juta orang pemilih.

"Kalau satu orang dikasih Rp 100 ribu maka untuk diberikan kepada 100 juta orang pemilih maka betul dibutuhkan Rp 10 triliun," ujar dia.

Inas menyebut Ketum Partai Gerindra itu tak punya konsep di Pilpres 2019.

"Jadi terlihat jelas bahwa Prabowo tidak punya konsep dalam pilpres yang akan datang," sambung Inas.

Sebelumnya Waketum Gerindra Arief Poyuono menyebut target penggalangan 'Galang Perjuangan' hingga angka Rp 10 triliun. Dana tersebut, kata Arief, akan disimpan di rekening partai dan dikelola secara trabsparan.

"Nah, nanti misalnya dana terkumpul itu akan jelas dilaporkan misalnya dibelikan apa. Nanti laporannya akan diaudit per tahun. Kalau misalnya DPD mau bikin kantor di daerah, nanti akan ditender. Misalnya partai kampanye, itu akan kita laporkan," kata Poyuono.

Halaman:

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

90 Persen Penduduk Indonesia Terjamin Program JKN!

Senin, 30 Januari 2023 | 14:06 WIB
X