Gus Yaqut: Pluralitas sebagai Alat Pemersatu Bangsa, Festival Toleransi dan Pagelaran Seni Budaya

- Senin, 21 November 2022 | 18:09 WIB
Mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri membawakan Tari Nusantara dalam Festival Toleransi dan Pagelaran Seni Budaya, di Sam Poo Kong Semarang.  (SM/ Slamet Daryono)
Mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri membawakan Tari Nusantara dalam Festival Toleransi dan Pagelaran Seni Budaya, di Sam Poo Kong Semarang. (SM/ Slamet Daryono)

 

SEMARANG,suaramerdeka.comMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa moderasi beragama ingin menjadikan pluralitas sebagai alat untuk mencapai tujuan atau target bersama.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam Festival Toleransi dan Pagelaran Seni Budaya yang digelar Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, di Sam Poo Kong Semarang, Jumat malam (18/11/2022).

“Saya mengingatkan kepada kita semua bahwa pluralitas memiliki dua sisi yang bertolak belakang, seperti mata uang,''

''Dua sisi pluralitas itu bisa menjadi energi untuk mencapai target besar kita. Tetapi sebaliknya, pluralitas juga dapat menjadi alat pemecah belah di antara kita,” kata dia.

Baca Juga: Silaturahmi, Menteri Agama Gantungkan Harapan Besar pada Pimpinan BPKH yang Baru

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrab Menag tersebut, bangsa Indonesia merdeka dan berjaya, karena mampu menjaga pluralitas.

Sehingga pluralitas bukan sebagai pemecahbelah satu dengan lainnya, tetapi menjadi alat untuk pemersatu.

Karena itu, kata Gus Yaqut, penyelenggaraan acara yang bertema “Diplomasi Moderasi Beragama melalui Seni Budaya” itu, tepat dilaksanakan di Kelenteng Sam Poo Kong.

Baca Juga: Ziarah Napak Tilas Tokoh Babat Alas Kota Semarang, Kasian Nomor 3 Baru Saja Jadi Korban Banjir Bandang

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X