Batu Secret Zoo Galang 1.000 Tanda Tangan Demi Selamatkan Gajah

RRI
- Sabtu, 7 Juli 2018 | 19:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

BATU, suaramerdeka.com - Demi gerakan penyelamatan satwa, Batu Secret Zoo (Jatim Park 2) Kota Batu Jawa Timur, menggalang 1.000 tanda tangan.  Para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah maupun mancanegara tersebut beramai-ramai membubuhkan tanda tangan, pada Sabtu (7/7). 

Titik S Ariyanto, Public Relation and Manager Marketing Jatim Park Group, mengatakan bahwa  gerakan 1.000 tanda tangan dengan tema “Selamatkan Gajah dan Stop Perdagangan Gading Gajah” sekaligus untuk merayakan ulang tahun anak gajah yang kesatu bersama pengunjung.

“Dengan kelahiran anak gajah sumatera yang sekarang genap berusia 1 tahun pada tanggal 7 Juli 2018, kami juga menggalang 1000 tanda tangan gerakan penyelamatan gajah, Alhamdulillah dalam waktu tidak lama, papan yang telah kami siapkan 1000 tanda tangan  sudah dipenuhi,” ujarnya..

Sekarang ini, tambah Titik, semakin hilangnya habitat tempat ragam satwa berdiam akibat perburuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan dampak negative lainnya hingga menyebabkan gajah di Indonesia semakin lama semakin hilang.

“Persoalan seperti inilah yang menjadi tuntutan kami  untuk menggalang 1000 tanda tangan demi untuk dilakukan penyelamatan terhadap satwa,” tambahnya.

Dokter HewanBatu Secret Zoo, Drh Roosy Margaretha menambahkan  bahwa dirinya selaku konservasi selayaknya untuk menyelamatkan satwa dan melestarikannya, gerakan 1000 tanda tangan  patut untuk digalakkan lantaran belakangan ini banyak pembunuhan gajah  terutama terjadi di Sumatra.

“Kita ketahui bahwa pada awal juni lalu terjadi pembunuhan gajah  yang terjadi di aceh Timur,  dimabil oleh pembunuh liar, yang ujung-ujungnya  hanya diambil gadingnya saja,” katanya.

Roosy melanjutkan, perburuan gajah terutama di Sumatra sangat tinggi, terutama gajah yang dubunuh adalah gajah pejantan lantaran  yang diambil gadingnya saja. Penyelamatan gajah merupakan kewajiban untuk dilakukan oleh para pihak demi keberlanjutan dan lestarinya satwa yang dilindungi.

“Bila tidak, maka hampir dipastikan ragam satwa yang dilindungi ataupun satwa yang berada dalam ancaman nyata dan akan tinggal cerita,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X