Dua Pelaku Usaha Tuntut Bank Plat Merah Bayar Ganti Rugi Rp 1,026 M

- Kamis, 17 November 2022 | 14:10 WIB
(suaramerdeka.com/dok)
(suaramerdeka.com/dok)

suaramerdeka.com - Dua orang pemilik usaha di Surabaya menggugat salah satu bank milik pemerintah setingkat Kantor Wilayah (Kanwil) di Kota Surabaya ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Keduanya menuntut agar bank tersebut membayar ganti rugi sebesar Rp 1,026 miliar.

Kedua pemilik usaha itu Moch Ischaq dan Alida Wardhani. Keduanya warga Bubutan, Surabaya, diwakili tim kuasa hukum dari Law Office Dr Hendra Wijaya ST SH MH and Partners yang beralamat di Jl Erlangga Raya No 41 B-C, Kota Semarang.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) itu telah digelar kemarin. Namun pihak tergugat yaitu bank plat merah tersebut maupun perwakilannya, tidak hadir.

Baca Juga: Duh... Sidang Nikita Mirzani Ditunda, Hakim Harus Ikut Lomba Kejuaraan Tenis Dulu!

Dalam gugatannya, disebutkan bahwa para penggugat merupakan pemilik usaha dan Merchant EDC bank bersangkutan yang mempunyai kemitraan.

"Kami menuntut tergugat membayar ganti rugi materiil dan immateriil sebesar Rp 1.026.627.410," kata tim kuasa hukum, Hendrikus Deo Peso.

Dia menjelaskan, gugatan diajukan terkait pencairan dana transaksi di Mesin EDC selama ini sudah terjalin hubungan usaha yang baik. Akan tetapi saat ini mengalami sebuah permasalahan yang berakibat para penggugat mengajukan gugatan PMH.

Baca Juga: Nikita Mirzani Jalani Sidang Perdana Dakwaan Pencemaran Nama Baik di PN Serang

Bermula pada 2 September 2022, para penggugat melakukan transaksi menggunakan mesin EDC yaitu sebesar Rp 194.366.500 dan Rp 250.233.000, yang pada saat itu status transaksi dinyatakan berhasil.

Namun saat para penggugat mengecek rekening pencairan EDC dan ternyata didapati bahwa transaksi pada 2 September 2022 tidak dibayarkan oleh pihak tergugat.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X