KLHK Sosialisasikan Bahaya dan Upaya Pengelolaan Senyawa PCBs

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:36 WIB
Regulasi dan Pengelolaan PCBs Berwawasan Lingkungan Guna Mitigasi Bahaya Pencemaran Terhadap Lingkungan dan Manusia. (suaramerdeka.com / dok)
Regulasi dan Pengelolaan PCBs Berwawasan Lingkungan Guna Mitigasi Bahaya Pencemaran Terhadap Lingkungan dan Manusia. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan United Nations Industrial Development Organization/UNIDO menggelar acara Webinar 

Acara mengambil tema “Regulasi dan Pengelolaan Polychlorinated Byphenyls (PCBs) Berwawasan Lingkungan Guna Mitigasi Bahaya Pencemaran Terhadap Lingkungan dan Manusia”.

Webinar ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya senyawa Polychlorinated Biphenyls atau yang biasa disingkat dengan PCBs, serta upaya yang telah pemerintah lakukan untuk memitigasi dampak negatifnya.

Dalam pembukaannya, Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) KLHK, menjelaskan PCBs adalah salah satu jenis bahan pencemar organik yang persisten, bersifat racun, yang masuk dan mencemari lingkungan, serta terakumulasi di dalam rantai makanan.

Baca Juga: Kelompok Sangat Berisiko, Kemenkes Segera Beri Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil

Pencemaran lingkungan oleh PCBs yang umumnya terjadi ketika menangani peralatan yang menggunakannya, tidak disertai dengan penerapan prosedur yang benar.

“Senyawa ini sangat berbahaya bagi manusia, sifatnya akumulatif dalam jangka panjang, dan dapat menyebabkan terjadinya beberapa jenis penyakit degenerative.”

“Di antaranya adalah kanker, hipertensi, diabetes, gangguan sistem reproduksi, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan risiko penyakit jantung, dan gangguan sistem saraf,” ujar Rosa.

Baca Juga: Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Sembako, Gandeng PKK dan Komunitas Pit Lempit

Berdasarkan catatan, PCBs telah memakan korban sejak lama, bahkan sebelum Deklarasi Stockholm tahun 1972 diterbitkan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB

Jokowi Tidak Ingin Ada Konflik Agraria di Banyak Daerah

Kamis, 23 September 2021 | 13:20 WIB
X