Diduga Halangi Penyidikan Pembunuhan Berencana Brigadir J, Hendra Kurniawan dapat Sanksi PTDH

- Selasa, 1 November 2022 | 08:00 WIB
Sidang obstruction of justice Hendra Kurniawan (YouTube/PN Jakarta Selatan)
Sidang obstruction of justice Hendra Kurniawan (YouTube/PN Jakarta Selatan)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan kepala biro pengamanan internal (Karopaminal) divisi profesi dan pengamanan (Divpropam) Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan resmi diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) dalam putusan sidang komisi kode etik Polri, kemarin 31 Oktober 2022.

Hendra tersandung kasus dugaan menghalangi penyidikan pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Selain itu, Hendra Kurniawan juga harus rela mendapatkan sanksi PTDH dari dinas kepolisian melalui sidang komisi kode etik Polri.

Baca Juga: Tanaman Aglonema Pertumbuhannya Terhambat? Pasti Ini Penyebabnya

Sidang komisi kode etik Polri yang berlangsung selama sembilan jam tersebut memutuskan tiga hal untuk Hendra Kurniawan, salah satunya PTDH.

Hal tersebut disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di gedung Divisi Humas Polri, kemarin.

"Tadi pagi sekitar pukul 08:00 hingga 17:15 sudah dilaksanakan sidang," kata Dedi.

"Yang bersangkutan di PTDH dari dinas kepolisian", ujar Dedi dalam konferensi pers.

Baca Juga: Jangan Panik Kalau Ada Serangan Rayap, Cairan Ini Mampu Menangkalnya

Laki-laki yang hobi menulis ini menambahkan dalam sidang tersebut dipimpin langsung oleh wakil inspektorat umum (Wairwasum) sebagai pimpinan sidang.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X