Dari Indekos, Tempat Ini jadi Saksi Dikumandangkannya Sumpah Pemuda Pertama Kali

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 19:00 WIB
Gedung Museum Sumpah Pemuda (IG@museumsumpahpemuda)
Gedung Museum Sumpah Pemuda (IG@museumsumpahpemuda)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 digelar di tiga tempat, yakni gedung Katholieke Jongenlingen Bond, gedung Oost-Java Bioscoop, dan gedung Indonesisch Huis Kramat.

Gedung terakhir inilah yang sangat berkesan sebab menjadi saksi tempat lahirnya naskah Sumpah Pemuda.

Gedung Indonesisch Huis Kramat dikenal luas sebagai Museum Sumpah Pemuda kini, yang dulunya pernah jadi indekos.

Baca Juga: 2.283 Penyelenggara Negara di Jateng Telah Melaporkan Harta Kekayaan ke LHKPN

Jika kamu tidak percaya, maka simak sejarahnya, pada mulanya gedung bersejarah itu merupakan tempat tinggal milik Sie Kong Lian, yang sudah ada sejak awal abad ke-20.

Pada tahun 1908, gedung tersebut disewa sebagai indekos para pelajar kedokteran Stovia dan Rechtsschool (sekolah hukum), untuk ditinggali.

Setelahnya, bangunan yang berlokasi di jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat ini dikenal dengan nama Commensalen Huis.

Mengutip dari laman Museum Sumpah Pemuda, tokoh-tokoh muda yang pernah menetap di gedung ini adalah Muhammad Yamin, Soerjadi, Amir Sjarifoedin, Roesmali, Mohammad Tamzil, Mokoginta, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Bayern Munchen Ngotot Kuasa Puncak, Tak Peduli Situasi Sulit Barcelona

Untuk menempati rumah indekos itu, mahasiswa harus mengeluarkan kocek sebesar 12,5 gulden per orang per bulan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X