Soal Gas Air Mata Kedaluwarsa, Guru Besar UGM: Jika Terurai, Bahan Aktif Makin Teroksidasi

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:12 WIB
Ilustrasi gas air mata (Kanal YouTube Daftar5)
Ilustrasi gas air mata (Kanal YouTube Daftar5)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya menemukan ada beberapa gas air mata yang kedaluwarsa yang ditembakkan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Menanggapi soal gas air mata kedaluwarsa itu Guru Besar Bidang Ilmu Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Chairil Anwar angkat bicara.

Prof Chairil Anwar menyampaikan bahwa gas air mata sendiri memiliki bahan aktif bernama CS (2-Clorobenzalden Malononitril).

Baca Juga: Viral Kasus Lesti Kejora, Kementerian PPPA Serukan Warga Berani Laporkan Tindakan KDRT

Dia menyebutkan, senyawa gas air mata yang kedaluwarsa, jika terurai bahan aktifnya akan semakin teroksidasi.

"Secara umum, CS tidak menyebabkan kematian, tapi kalau kedaluwarsa biasanya pelarutnya yang menguap, bahan aktifnya makin teroksidasi," ujarnya

Dengan berkurangnya kandunga pelarut dalan gas air mata tersebut, dampak yang ditimbulkan menjadi lebih besar.

Baca Juga: Baca Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Aquarius, Aries, Cancer, Capricorn, Gemini, Leo, Kamis 13 Oktober 2022

"Karena pelarutnya berkurang, maka efeknya bisa lebih besar, karena makin pekat," lanjut dia.

Sementara itu, peneliti dan dosen toksikologi dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) Budiawan, mengatakan bahwa gas air mata dengan jenis CS akan kedaluwarsa jika mengalami perubahan atau terjadi secara hydolisis (H2O).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X