TGIPF Siap Berikan Laporan Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Insya Allah Kami Hanya 10 Hari Saja

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 05:27 WIB
Menkopolhukam yang juga Ketua TGIPF Mahfud MD memimpin rapat dengan PSSI di Kantor Kemenkopolhukam
Menkopolhukam yang juga Ketua TGIPF Mahfud MD memimpin rapat dengan PSSI di Kantor Kemenkopolhukam

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menkopolhukam Mahfud MD mengumumkan perkembangan terkini hasil kerja Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Pengumuman tersebut disampaikan Mahfud MD dalam rapat TGIPF di Kantor Kemenko Polhukam pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Mahfud MD mengonfirmasi bahwa pada hari Selasa kemarin akan menjadi hari terakhir untuk menghimpun keterangan dari pihak-pihak yang terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: AC Milan Tumbang 0-2 dari Chelsea di Kandang Sendiri

Selain itu, hari Selasa kemarin juga menjadi hari terakhir bagi TGIPF untuk mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

"Seperti yang saya sampaikan, Presiden mengarahkan untuk pembentuk TGIPF untuk mencari fakta dan menyebarkan dokumentasi. Maka sesudah seminggu kami bekerja, hari ini adalah hari terakhir untuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang dibutuhkan oleh TGIPF," Ujarnya.

Pihak yang masih dimintai keterangan atas tragedi Kanjuruhan tersebut, antara lain: LPSK, PSSI, PT.LIB, Indosiar, dan Masyarakat Sipil.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 12 OKtober 2022 Cancer, Leo, Virgo: Perayaan, Awal Baru untuk Selesaikan Masalah

"Yang dimintai keterangan adalah LPSK, PSSI, PT Liga, Indosiar, dan malam ini akan dilanjutkan meminta keterangan ke masyarakat sipil," sebutnya.

Menkopolhukam juga mengkonfirmasikan bahwa laporan akhir kerja TGIPF kasus Tragedi Kanjuruhan ini akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Mulai Rabu, 12 Oktober 2022, tim akan menyusun analisis dari bukti-bukti yang didapatkan tim di lapangan sebelum diserahkan ke Presiden.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Shakhtar Donetsk Vs Real Madrid Berakhir Seri 1-1

"Besok mulai hari Rabu, tim akan segera melakukan analisis sekaligus menyusun rekomendasi. Jadi, kalau dulu minta 1 bulan, Presiden minta dua minggu, Insya Allah kami hanya 10 hari saja, artinya Jumat ini sudah diserahkan" sebutnya.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X